Collection and preservation for Environmental Samples

The way of sampling and preservation for Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) are importance step. For sampling, we must take sample that representative environmental sample. Sample for TPH has heterogenic properties, wide range volatility, solubility, biodegradation and adsorption potential of individual constituents. Besides sampling, the next step is to preserve the sample. That is importance too especially when the sample is not directly analyzed. Many reasons why the sample could not be immediately reached the laboratory. One of the reasons is a far sampling location. The procedure to preservation sample that recommended by U.S EPA guidelines is included in Table 1.

 Table 1

Sampling TPH

Reference

Total Petroleum Hydrocarbon Criteria Working Groups Series. Volume 1. Analysis of Petroleum Hydrocarbons in Environmental Media. March 1998. Amherst Scientific Publishers.

Iklan

What happens to total petroleum hydrocarbons (TPH) when they enter the environment

  • TPH may enter the environment through accidents, from industrial releases, or as byproducts from commercial or private uses.
  • TPH may be released directly into water through spills or leaks.
  • Some TPH fractions will float on the water and form surface films.
  • Other TPH fractions will sink to the bottom sediments.
  • Bacteria and microorganisms in the water may break down some of the TPH fractions.
  • Some TPH fractions will move into the soil where they may stay for a long time.

Reference

http://www.atsdr.cdc.gov/toxfaqs/tf.asp?id=423&tid=75

The Petroleum Analytical Process: From sample collection to measurement

The three types of petroleum analytical methods

  • Methods that measure a TPH concentration
  • Methods that measure a petroleum group type concentration (saturates, aromatics and polar/resins)
  • Methods that measure individual petroleum constituent concentrations (benzene, ethyl-benzene, toluene, and xylenes (BTEX), and polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs).

Most of the common analytical steps are related to the separation of analytes of interest from sample matrix prior to their measurement. In general, these steps are:

  • Collection and preservation – requirements specific to environmental matrix and analytes of interest
  • Extraction – separates the analytes of interest from the sample matrix
  • Concentration – enhances the ability to detect analytes of interest
  • Cleanup – may be necessary to remove interfering compounds
  • Measurement – quantifies the analytes

Reference

Total Petroleum Hydrocarbon Criteria Working Groups Series. Volume 1. Analysis of Petroleum Hydrocarbons in Environmental Media. March 1998. Amherst Scientific Publishers.

Bioremediasi (Bagian 3)

KRITERIA HASIL AKHIR PENGOLAHAN

Hasil akhir dari Proses Pengolahan secara biologis harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1.  Limbah

Parameter1

2. Limbah Cair

Limbah cair yang dibuang ke media lingkungan harus memenuhi KepMen baku mutu limbah cair yang terkait (KepMen 42/1996)

3. Air tanah pada sumur pantau

Sampel air tanah diambil pada sumur pantau yang ada di hulu dan hilir kemudian dianalisis pH, EC (Electrical Conductivity) dan TPH.

 4. Uji toksikologi

Uji toksikologi dilakukan terhadap limbah hasil olahan minimum 1 (satu) kali pengujian dari jenis limbah yang sama untuk menetapkan nilai LD50 (Lethal Dose fifty). Nilai dari LD50 yang dipersyaratkan adalah  tidak boleh kurang dari (<) 15 gram per kilogram berat badan dari hewan uji.

Masih ada kelanjutan dari peraturan ini tapi saya hanya sampai parameter uji yang dianalisa. Selanjutnya untuk lebih lengkap bisa dibaca Kepmen LH No. 128 Tahun 2003.

Bioremediasi (Bagian 2)

Evaluasi kinerja pengolahan

  1. Keberhasilan proses pengolahan secara biologis dalam menurunkan kadar TPH/ oil content sampai memenuhi criteria yang dipersyaratkan dievaluasi untuk melihat efektifitas penguraian limbah minyak bumi secara biologis dengan ketentuan waktu maksimum pengolahan adalah 8 (delapan) bulan.
  2. Jika  proses  pengolahan memakan waktu  lebih  dari  8  (delapan)  bulan, maka evaluasi ulang dilakukan untuk meningkatkan kinerja proses pengolahannya.

KRITERIA HASIL AKHIR PENGOLAHAN

Selama proses pengolahan secara biologis ini dilakukan, maka beberapa parameter dianalisis dengan

ketentuan sebagai berikut :

  1. Analisis limbah :

a. Analisis Kimia

Parameter

b. Analisis pendukung

–          Analisis terhadap produk hasil penguraian limbah minyak bumi (TPH) akibat kegiatan mikrobiologis  dapat  dilakukan  untuk melihat  komponen  dan  konsentrasi  senyawa hidrokarbon, seperti senyawa yang terdapat di dalam kelompok C6-C15.

–          Analisis  terhadap parameter yang berhubungan dengan proses mikrobiologis dapat dilakukan sebagai data pendukung untuk efektifnya pengolahan, diantaranya adalah penghitungan  jumlah  total bakteri, biomassa unsure  karbon, pengukuran  respirasi, fiksasi nitrogen dan lain-lain.

2. Analisis sampel air tanah dari sumur pantau

Sampel air tanah diambil dari sumur pantau yang dipasang secara representatif di daerah hulu dan hilir minimum pada saat awal operasi, selama proses dan akhir operasi. Parameter yang diukur adalah pH dan Electrical conductivity (EC) yang diukur minimum 2 minggu sekali serta analisis konsentrasi TPH minimum 3 (tiga) bulan sekali.

3. Analisis sampel tanah

Pada  kondisi  air  tanah dalam  (> 50 m), maka  cukup  sample  tanah  yang dianalisis untuk konsentrasi TPH dengan pengambilan sample tanaha pada kedalaman 2 m di bawah lapisan paling dasar unit pengolahan minimum 1 (satu) bulan sekali.

4. Analisis sample air lindi

Analisis sample air luapan atau lindi yang dibuang ke lingkungan diperlukan sebagai limbah cair mengacu kepada KepMen LH No. 42/1996 jo. KepMen LH No. 09/1997 (baku mutu limbah cair bagi kegiatan minyak, gas dan panas bumi) minimum 1 (satu) bulan sekali.

bersambung