Reaksi Analisa Sulfida dengan Titrasi Iodometri

Metode iodometri ini tidak membedakan bentuk ion sulfida dalam larutan. Sulfida direaksikan dengan iodium berlebih dalam suasana asam, dan iodium yang tersisa kemudian ditentukan oleh titrasi dengan natrium tiosulfat, menggunakan starch sebagai indikator (Kolthoff and others,1969)

Sulfida

Daftar Pustaka

http://www.caslab.com/Test-Methods-Search/PDF/USGS-Method-I-3840.pdf

Fenol

Fenol diproduksi sebagai limbah kilang minyak, pabrik kokas, dan dalam beberapa pabrik kimia. Perairan alami biasanya mengandung kurang dari 1 µg/L, tetapi konsentrasi sampai dengan 20 µg/L terjadi di beberapa daerah. Tingkat konsentrasi 10 sampai 100 µg/L fenol dapat dideteksi dengan rasa dan bau.

Analisa fenol dapat menggunakan SNI 06-6989.21-2004. Metode ini digunakan untuk penentuan kadar fenol dalam air dan air limbah menggunakan aminoantipirin dengan alat spektrofotometer. Kadar fenol yang di ukur antara 0,005 mg/L sampai dengan 0,1 mg/L menggunakan panjang gelombang 460 nm dan untuk kadar fenol lebih besar dari 0,1 mg/L menggunakan panjang gelombang 500 nm.

Prinsip metode ini adalah semua fenol dalam air akan bereaksi dengan 4-aminoantipirin pada pH 7,9 ± 0,1 dalam suasana larutan kalium ferri sianida akan membentuk warna merah kecoklatan dari antipirin. Warna yang terbentuk diukur absorbansinya pada panjang gelombang 460 nm atau 500 nm.

Reaksi kimia yang terjadi sebagai berikut :

Fenol

Daftar Pustaka

  1. www.hach.com
  2. SNI 06-6989.21-2004. Air dan air limbah – Bagian 21: Cara uji kadar fenol secara Spektrofotometri

Cara Uji Nitrit (NO2-N) Secara Spektrofotometri (SNI 06-6989.9-2004)

Ruang lingkup

Metode ini digunakan untuk penentuan nitrit, NO2-N dalam air dan air limbah secara spektrofotometri pada kisaran kadar 0,01 mg/L sampai dengan 1,00 mg/L NO2-N. Jika menggunakan kuvet 1 (satu) cm dalam penetuan kadar nitrit, NO2-N dapat diperoleh kadar sampai dengan 0,18 mg/L NO2-N. Untuk meningkatkan ketelitian pembacaan dapat digunakan kuvet yang lebih panjang lintasannya (5 cm atau 10 cm)

Metode ini digunakan untuk contoh uji air yang tidak berwarna.

Prinsip

Nitrit dalam suasana asam pada pH 2,0 – 2,5 akan bereaksi dengan sulfanilamid (SA) dan N- (1-naphthyl) ethylene diamine dihydrochloride (NED dihydrochloride) membentuk senyawa azo yang berwarna merah keunguan. Warna yang terbentuk diukur absorbansinya secara spektrofotometri pada panjang gelombang maksimum 543 nm.

GS Reaction

Daftar Pustaka

http://en.wikipedia.org/wiki/Griess_test diakses 16 Agustus 2013 9:25

Lokasi dan Titik Pengambilan Contoh Air Limbah (Bagian 2)

3 Untuk industri yang belum memiliki IPAL

3.1 Air limbah industri dengan proses kontinyu berasal dari satu saluran pembuangan

3.1.1 Jika tidak terdapat bak ekualisasi

  • Kualitas air limbah tidak berfluktuasi, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara sesaat (grab sampling).
  • Kualitas air limbah berfluktuasi akibat proses produksi, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara komposit waktu.

3.1.2 Jika terdapat bak ekualisasi

Pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara sesaat (grab sampling).

3.2 Air limbah industri dengan proses batch berasal dari satu saluran pembuangan

3.2.1 Jika tidak terdapat bak equalisasi

Kualitas air limbah berfluktuasi akibat proses produksi, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara komposit waktu dan proporsional pada saat pembuangan dilakukan.

3.2.2 Jika terdapat bak equalisasi

Pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara sesaat (grab sampling).

3.3 Air limbah industri dengan proses kontinyu berasal dari beberapa saluran pembuangan

3.3.1 Jika tidak terdapat bak equalisasi

  • Kualitas air limbah tidak berfluktuasi dan semua saluran pembuangan limbah dari beberapa sumber sebelum masuk perairan penerima limbah disatukan, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara sesaat.
  • Kualitas air limbah tidak berfluktuasi dan semua saluran pembuangan limbah dari beberapa sumber sebelum masuk perairan penerima limbah tidak disatukan, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara komposit tempat dengan mempertimbangkan debit.
  • Kualitas air limbah berfluktuasi akibat proses produksi dan semua saluran pembuangan limbah dari beberapa sumber sebelum masuk perairan penerima limbah disatukan, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara komposit waktu.
  • Kualitas air limbah berfluktuasi akibat proses produksi dan semua saluran pembuangan limbah dari beberapa sumber sebelum masuk perairan penerima limbah tidak disatukan, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara komposit waktu dan tempat.

3.3.2 Jika terdapat bak equalisasi

Kualitas air limbah berfluktuasi atau tidak berfluktuasi akibat proses produksi, semua air limbah dari masing-masing proses disatukan dan dibuang melalui bak equalisasi, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara sesaat (grab sampling).

3.4 Air limbah industri dengan proses batch berasal dari beberapa saluran pembuangan

3.4.1 Jika tidak terdapat bak equalisasi

  • Kualitas air limbah berfluktuasi akibat proses produksi dan semua saluran pembuangan limbah dari beberapa sumber sebelum masuk perairan penerima limbah disatukan, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara komposit waktu.
  • Kualitas air limbah berfluktuasi akibat proses produksi dan semua saluran pembuangan limbah dari beberapa sumber sebelum masuk perairan penerima limbah tidak disatukan, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara komposit waktu dan tempat dengan mempertimbangkan debit.

3.4.2 Jika terdapat bak equalisasi

Kualitas air limbah berfluktuasi atau sangat berfluktuasi akibat proses produksi, semua air limbah dari masing-masing proses disatukan dan dibuang melalui bak equalisasi, maka pengambilan contoh dilakukan pada saluran sebelum masuk ke perairan penerima air limbah, dengan cara sesaat (grab sampling).

4 Untuk industri yang memiliki IPAL

Lakukan pengambilan contoh pada saluran pembuangan air limbah sebelum ke perairan penerima (titik 3, Gambar 1).

Daftar Pustaka

SNI 6989.59-2008. Air dan air limbah – Bagian 59: Metoda pengambilan contoh air limbah

Lokasi dan Titik Pengambilan Contoh Air Limbah (Bagian 1)

1 Pemilihan lokasi pengambilan contoh

  • Lokasi pengambilan contoh air limbah industri harus mempertimbangkan ada atau tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
  • Contoh harus diambil pada lokasi yang telah mengalami pencampuran secara sempurna.

2 Penentuan lokasi pengambilan contoh

Lokasi pengambilan contoh dilakukan berdasarkan pada tujuan pengujian, sebagai berikut:

2.1 Untuk keperluan evaluasi efisiensi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

a) Contoh diambil pada lokasi sebelum dan setelah IPAL dengan memperhatikan waktu tinggal (waktu retensi).

b) Titik lokasi pengambilan contoh pada inlet (titik 2, Gambar 1)

  • Dilakukan pada titik pada aliran bertubulensi tinggi agar terjadi pencampuran dengan baik, yaitu pada titik dimana limbah mengalir pada akhir proses produksi menuju ke IPAL.
  • Apabila tempat tidak memungkinkan untuk pengambilan contoh maka dapat ditentukan lokasi lain yang dapat mewakili karakteristik air limbah.

c) Titik lokasi pengambilan contoh pada outlet (titik 3, Gambar 1)

Pengambilan contoh pada outlet dilakukan pada lokasi setelah IPAL atau titik dimana air limbah yang mengalir sebelum memasuki badan air penerima (sungai).

2.2 Untuk keperluan pengendalian pencemaran air

Untuk keperluan pengendalian pencemaran air, contoh diambil pada 3 (tiga) lokasi:

  • Pada perairan penerima sebelum tercampur limbah (upstream) (titik 4, Gambar 1).
  • Pada saluran pembuangan air limbah sebelum ke perairan penerima (titik 3, Gambar 1).
  • Pada perairan penerima setelah bercampur dengan air limbah (downstream), namun belum tercampur atau menerima limbah cair lainnya (titik 5, Gambar 1).

Lokasi Pengambilan Contoh Air Limbah

Gambar 1