Perhitungan Ketidakpastian Pembuatan Standar Kalibrasi

Tujuan

Standar kalibrasi dipersiapkan dari logam kemurnian tinggi (cadmium) dengan konsentrasi 1000 mg/L

Prosedur pengukuran

Permukaan logam kemurnian tinggi dibersihkan untuk menghilangkan beberapa kontaminasi oksida logam. Setelah itu logam ditimbang dan kemudian dilarutkan dengan asam nitrat dalam labu ukur.

Rumus

Rumus2

Identifikasi sumber ketidakpastian

Fishbone2

Kuantifikasi komponen-komponen ketidakpastian

Kuantifikasi Ketidakpastian2

Konsentrasi

Sumber : EURACHEM/CITAC Guide CG 4. Quantifying Uncertainty in Analytical Measurement Third Edition.

Perhitungan Ketidakpastian Titrasi Asam/Basa

Tujuan

Larutan HCl distandarisasi menggunakan larutan NaOH yang diketahui konsentrasinya.

Prosedur pengukuran

Larutan HCl dititrasi menggunakan larutan NaOH yang telah distandarisasi menggunakan KHP, untuk menentukan konsentrasinya.

Rumus

Rumus1

Identifikasi sumber ketidakpastian

Fishbone1

Kuantifikasi komponen-komponen ketidakpastian

Kuantifikasi Ketidakpastian1

Nilai dan Ketidakpastian1

Sumber :

S L R Ellison and A Williams  (eds.) Eurachem/CITAC/EUROLAB Guide: Quantifying Uncertainty in Analytical Measurement Third Edition Eurachem (2012). ISBN 978 0 948926 30 3.

Perhitungan Ketidakpastian Standarisasi Larutan NaOH

Tujuan

Larutan NaOH distandarisasi menggunakan standar KHP

Prosedur pengukuran

KHP dikeringkan dan ditimbang. Persiapkan larutan NaOH yang akan distandarisasi. KHP dilarutkan dan kemudian dititrasi menggunakan larutan NaOH

Rumus

Rumus

Identifikasi sumber ketidakpastian

Fishbone

Kuantifikasi komponen-komponen ketidakpastian

Nilai dan Ketidakpastian

Kuantifikasi Ketidakpastian

Sumber :

S L R Ellison and A Williams  (eds.) Eurachem/CITAC/EUROLAB Guide: Quantifying Uncertainty in Analytical Measurement Third Edition Eurachem (2012). ISBN 978 0 948926 30 3.

Proses Estimasi Ketidakpastian

Ketidakpastian

Kalau melihat tahapan di atas sepertinya menghitung ketidakpastian itu mudah tetapi kalau sudah pernah mengerjakan pasti berkomentar lain. Terutama untuk ketidakpastian di analisa kimia seperti titrasi, spektrofotometri, kromatografi dll.

Sumber : Modul “Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Pada Analisis Gas Emisi” RCChem Learning Centre, Bandung, 2014

Contoh 2 Uji F Dua Arah

Pertanyaan :

Hasil analisis kadar COD (ppm) dalam air limbah seorang analis baru diuji presisinya terhadap hasil analisis dari seorang analis seniornya. Hasilnya sebagai berikut :

Contoh Uji F Dua Arah WP1Apakah hasil analisis dari analis baru tersebut mempunyai presisi yang berbeda dibandingkan dengan analis seniornya pada tingkat kepercayaan 95 % ?

Jawaban

Perlu diuji apakah standar deviasi dari hasil analis baru  berbeda secara signifikan daripada hasil analis senior dengan uji-F dua arah karena yang ditanyakan adalah apakah hasil analis baru presisinya berbeda dibanding hasil analis senior.

  • Hipotesa

H0 = presisi hasil analis senior = hasil analis baru (s2senior=s2baru)

H1 = presisi hasil analis senior berbeda secara signifikan dibanding hasil analis baru (s2senior≠ s2baru)

  • Kriteria Uji :

Tolak H0 jika Fhitung ≥ F1/2α (db1; db2) atau Ftabel
lihat Tabel F 97,5 %

Fhitung = (7,59)2 / (3,84)2  = 3,907

Ftabel (dua arah, db1&db2=9) = 4,033 pada tingkat kepercayaan 95 %

  • Jadi Fhitung < Ftabel
  • Kesimpulan

Terima H0, presisi hasil analis senior  sama dengan  hasil analis baru pada tingkat kepercayaan 95 %

Daftar Pustaka

Modul “Kursus Pengolahan Data Hasil Validasi Metode Analisis Kimia” Bandung 19 – 23 Juni 2006 RCChem Learning Centre