Rules Of Thumb Ammonia/Ammonium Ion

1. The percentage of dissolved total ammonia (NH3 + NH4+) present in the unionized form (NH3) increases as either pH or temperature increases.

2. Ammonia toxicity to aquatic life is mainly due to unionized  NH3 form.

3. An increase in either pH or temperature shifts the equilibrium of equation NH3 + H2O <-> NH4+ + OH , to the left, favoring NH3, the toxic form.

4. At 20 oC and pH>9.3, the equilibrium of equation NH3 + H2O <-> NH4+ + OH is mainly to the left, with NH3 (the toxic form) > 50%

5. At 20 oC and pH<9.3, the equilibrium of equation NH3 + H2O <-> NH4+ + OH is mainly to the right, with NH4+ (the non toxic form) > 50%

6. NH3, concentrations >0.5 mg NH3-N/L cause significant toxicity to fish

7. The unionized form is volatile (air-strippable), and the ionized form is nonvolatile

Reference

Eugene R. Weiner. Application of Environmental Aquatic Chemistry. A Practical Guide. Third edition. CRC Press

Iklan

Reaksi Analisa Ammonia dengan Metode Spektrofotometer Fenat

Ammonia dapat di analisa dengan metode titrasi bila kadarnya tinggi. Bila kadarnya rendah seperti 0,1 mg/L – 0,6 mg/L dapat mempergunakan metode spektrofotometer fenat pada panjang gelombang 640 nm. Untuk contoh air dan air limbah dapat menggunakan SNI 06-6989.30-2005. Prinsip metode ini adalah ammonia bereaksi dengan hipoklorit dan fenol yang dikatalisis oleh natrium nitroprusida membentuk senyawa biru indofenol. Reaksi terjadi dua tahap sebagai berikut:

1. Penambahan hipoklorit pada sampel ammonia menghasilkan mono-chloroamina.

Ammonia1

2.  Fenol bereaksi dengan mono-chloroamina membentuk senyawa biru indofenol.

Ammonia2

Daftar Pustaka

Sonila Duka and Alqi Cullaj. An Optimal Procedure for Ammonical Nitrogen Analysis in Natural Waters Using Indophenol Blue Method. Natura Montenegrina, Podgorica, 9 (3): 743-751.

Ammonia / Ammonium Ion

Ammonia terlarut bereaksi dengan air sebagai basa, menaikkan pH dengan menghasilkan ion OH. Berdasarkan persamaan reaksi di bawah ini :

NH3 + H2O <-> NH4+ + OH

Kesetimbangan persamaan di atas tergantung pH dan temperature. Pada analisis laboratorium untuk total nitrogen ammonia (NH3 + NH4+), pH diadjust menjadi 11 atau lebih besar untuk memastikan semua nitrogen ammonia dalam bentuk NH3.  Untuk analisa ion ammonium  (NH4+) yang terpercaya, sampel harus segera dianalisa setelah disampling untuk menghindari perubahan pH dan temperature selama penyimpanan. Jika analisis tidak dapat segera dilakukan di tempat sampling, laboratorium dapat menggunakan pengukuran pH dan temperature di lapangan untuk menghitung distribusi awal NH3 dan NH4+ dalam sampel dari analisa total nitrogen ammonia. Bisa mampir ke sini untuk perhitungan unionized ammonia. Karena the unionized form  lebih beracun untuk kehidupan air dibandingkan the ionized form, pengukuran lapangan untuk pH dan temperature air saat sampling sangat penting. Alasan kenapa yang bentuk the unionized form (NH3) lebih beracun karena tidak bermuatan (not electrically charged), molekul NH3 dapat masuk lebih mudah melalui membrane penafasan ikan dibandingkan ion ammonium, nitrit atau nitrat (NH4+, NO2, dan NO3).

Dua bentuk ammonia tersebut memiliki perbedaan mobilitas di lingkungan. Meskipun kation ammonium lebih tinggi kelarutannya, sebagian akan sorb secara kuat pada muatan sisi negative pada permukaan mineral, dimana ia bergerak secara efektif. Unionized ammonia juga larut karena dapat membentuk ikatan hydrogen dengan molekul air, tapi tidak ter sorb kuat dengan mineral sehingga mudah ditransportasikan dengan aliran air. Bagaimanapun, unionized ammonia juga volatile dan sebagian akan berpartisi dari air ke atmosfer. Jika sedimen tersuspensi membawa sorbed NH4+ dibawa aliran ke daerah dengan pH tinggi, sebagian akan terkonversi menjadi NH3, yang akan desorb dan menjadi tersedia untuk bentuk kehidupan air sebagai polutan beracun dan tervolatlisasi ke atmosfer.

Daftar Pustaka

Eugene R. Weiner. Application of Environmental Aquatic Chemistry. A Practical Guide. Third edition. CRC Press

Sumber dan Klasifikasi Limbah Cair Industri Migas

  • Oily liquid waste containing sour materials (H2S, ammonia) dari area process
  • Oily liquid waste without sour materials dari area storage
  • Non oily liquid waste containing anorganic substances, dari boiler, water treatment, cooling system of power plant, desalination plant
  • Clean liquid waste, air hujan dari area non process

Daftar Pustaka

Materi kursus penyegaran sertifikasi petugas pengendali limbah cair industri migas Tahun 2011

 

SNI Kualitas Air (Bagian 2)

B. SNI Air Laut

No. Nomor SNI Judul Ruang Lingkup
1. SNI 19-6964.1-2003 Kualitas air laut – Bagian 1: Cara uji nitrit (NO2-N) dalam air laut dengan sulfanilamid secara spektrofotometri Standar ini digunakan utuk cara penentuan nitrit (NO2–N) dengan sulfanilamit secara spektrofotometri pada kisaran kadar nitrit NO2-N 0,002 mg/I – 1000 mg/I.

Standar ini digunakan untuk contoh uji air laut yang tidak berwarna.

2. SNI 19-6964.2-2003 Kualitas air laut – Bagian 2: Cara uji merkuri (Hg) dalam air laut secara cold vapour dengan spektrofotometer serapan atom atau mercury analyzer Standar ini digunakan untuk penentuan merkuri (Hg) dalam air laut secara cold vapour dengan spektrofotometer serapan atom mercury analyzer padakisaran kadar 0,0 μg/I – 10 μg/I.
3. SNI 19-6964.3-2003 Kualitas air laut – Bagian 3: Cara uji amonia (NH3-N) dalam air laut dengan biru indofenol secara spektrofotometri Standar ini digunakan untuk penentuan amonia (NH3-N) dalam air laut dengan biru indofenol secara spektrofotometri pada kisaran kadar 0,05 mg/I – 2,00 mg/I .

Standar ini digunakan untuk contoh uji air laut yang tidak berwarna.

4. SNI 19-6964.4-2003 Kualitas air laut – Bagian 4: Cara uji sulfida (S=) dalam air laut dengan biru metilen secara spektrofotometri Standar ini digunakan untuk penentuan sulfida, S= dalam air laut dengan biru metilen secara spektrofotometri dengan kisaran kadar 0,03mg/I – 0,80mg/I.

Standar ini digunakan untuk contoh uji air laut tidak berwarna.

5. SNI 19-6964.5-2003 Kualitas air laut – Bagian 5: Cara uji sulfat (SO4=) dalam air laut dengan gravimetri Standar ini digunakan untuk penentuan sulfat, SO4= dalam air laut dengan gravimetri.
6. SNI 19-6964.6-2003 Kualitas air laut – Bagian 6: Cara uji total sianida (CN-) dalam air laut dengan 4-piridin asam karboksilat-pirazolon secara spektrofotometri Standar ini digunakan untuk penentuan total sianida ( CN) dalam air laut dengan 4-piridin asam karboksilat-pirazolon secara spektrofotometri pada kisaran kadar 0,005 mg/I – 0,180mg/I
7. SNI 19-6964.7-2003 Kualitas air laut – Bagian 7: Cara uji nitrat (NO3-N) dalam air laut dengan reduksi kadmium secara spektrofotometri Standar ini digunakan untuk penentuan nitrat, NO3-N dalam air laut dengan reduksi kadmium secara spektrofotometri pada kisaran kadar 0,05mg/I – 1,00mg/I.

Standar ini digunakan untuk contoh uji air laut yang tidak berwarna