Pengaruh Nitrit dan Nitrat Terhadap Kesehatan

Baku mutu air minum untuk parameter nitrat sangat ketat karena nitrat dapat direduksi menjadi nitrit dalam air liur manusia dan dalam saluran usus bayi selama 6 bulan pertama kehidupan. Nitrit mengoksidasi zat besi dalam hemoglobin darah dari ferrous iron (Fe2+) ke ferric iron (Fe3+). Senyawa yang dihasilkan, methemoglobin, yang tidak dapat membawa oksigen dan dapat menyebabkan kondisi kekurangan oksigen pada darah yang disebut methemoglobinemia. Hal ini berbahaya terutama pada bayi (blue baby syndrome) karena total volume darah mereka kecil.

Ada beberapa peraturan yang mengatur baku mutu untuk nitrit dan nitrit yaitu

1. PP No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Kadar maksimun yang diperbolehkan untuk Nitrat dan Nitrit dibagi menjadi 4 kelas air. Nitrat untuk Kelas 1 – 2 kadar maksimumnya 10 mg/l sedangkan untuk kelas 3 – 4 kadar maksimumnya 20 mg/l.   Nitrit untuk Kelas 1 – 3 kadar maksimumnya 0,06 mg/l sedangkan untuk kelas 4 tidak dipersyaratkan.

2. Permenkes No 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum

Nitrit dan Nitrat termasuk parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan dan kadar maksimum yang diperbolehkan untuk Nitrit (sebagai NO2) adalah 3 mg/l dan Nitrat (sebagai NO3) adalah 50 mg/l.

3. Kepmen LH No 51 tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut

Kadar maksimum yang diperbolehkan untuk Nitrat (sebagai NO3-N) adalah 0,008 mg/l.

Daftar Pustaka

Eugene R. Weiner. Application of Environmental Aquatic Chemistry. A Practical Guide. Third edition. CRC Press

Rules Of Thumb About Nitrite and Nitrate

  1. In unpolluted, oxygenated surface waters, oxidized nitrogen is normally in the form of nitrate, with only trace amounts of nitrite.
  2. Measurable nitrite concentrations are more common in groundwater because of low oxygen concentrations in the soil’s subsurface.
  3. Nitrate and nitrite both leach readily from soils to surface waters and groundwater.
  4. High concentrations (>1-2 mg/L) of nitrate or nitrite in surface waters or groundwater generally indicate agricultural contamination from fertilizers and manure seepage.
  5. Greater than 10 mg/L of total nitrite and nitrate in drinking water is considered a human health hazard.

Reference

Eugene R. Weiner. Application of Environmental Aquatic Chemistry. A Practical Guide. Third edition. CRC Press

Nitrit dan Nitrat

Ammonia dan bahan nitrogen lain pada air alami cenderung teroksidasi oleh bakteri aerobic, pertama menjadi nitrit kemudian menjadi nitrat. Oleh karena itu, seluruh senyawa organik yang mengandung nitrogen harus dipertimbangkan sebagai sumber potensial nitrat dibawah kondisi aerobic.  Senyawa nitrogen organik masuk ke lingkungan dari ekskresi hewan liar dan ikan, jaringan hewan yang mati, kotoran manusia, dan kotoran ternak. Nitrat anorganik terutama berasal dari  produksi pupuk yang mengandung ammonium nitrat dan potassium nitrat, dan bahan peledak berbasis nitrat dan bahan bakar berbasis roket.

Dalam air beroksigen, nitrit dengan cepat teroksidasi menjadi nitrat, sehingga biasanya nitrit kecil kadarnya di air permukaan. Reaksi berjalan reversible; dibawah kondisi kurang oksigen, yang sering terjadi pada air tanah, nitrat dapat tereduksi  menjadi nitrit.

2NO2 + O2     <–>         2 NO3

Nitrit dan nitrat adalah nutrient yang penting bagi tanaman, tetapi keduanya beracun bagi ikan (tapi hampir tidak beracun seperti NH3) dan manusia pada konsentrasi yang cukup tinggi. Nitrat dan nitrit sangat mudah larut, tidak mudah sorb terhadap mineral dan permukaan tanah, dan sangat mobile di lingkungan, bergerak tanpa kehilangan secara signifikan ketika dilarutkan dalam air permukaan dan air tanah. Konsekuensinya, ketika kadar nitrat di tanah tinggi, kontaminasi air tanah akibat terlepasnya nitrat menjadi masalah serius. Tidak seperti amonia, nitrit dan nitrat tidak menguap dan tetap dalam air sampai mereka dikonsumsi oleh tanaman dan mikroorganisme.

Daftar Pustaka

Eugene R. Weiner. Application of Environmental Aquatic Chemistry. A Practical Guide. Third edition. CRC Press

Lokasi Pengambilan Contoh Air pada Danau atau Waduk

1. Lokasi pengambilan contoh air danau atau waduk

Lokasi pengambilan contoh air danau atau waduk disesuaikan dengan tujuan pengambilan contohnya, paling tidak diambil dilokasi-lokasi:

  • Tempat masuknya sungai ke waduk atau danau.
  • Ditengah waduk atau danau.
  • Lokasi penyadapan air untuk pemanfaatan.
  • Tempat keluarnya air dari waduk atau danau

2. Titik pengambilan contoh air danau atau waduk

Titik pengambilan contoh disesuaikan dengan kedalaman danau/waduk sebagai berikut (lihat Gambar 1):

  • Danau atau waduk yang kedalamannya kurang dari 10 m, contoh diambil di 2 (dua) titik yaitu permukaan dan bagian dasar, kemudian dicampurkan (komposit kedalaman).
  • Danau atau waduk yang kedalamannya 10 m – 30 m, contoh diambil di 3 (tiga) titik yaitu permukaan, lapisan termoklin dan bagian dasar kemudian dicampurkan (komposit kedalaman).
  • Danau atau waduk yang kedalamannya 31 m – 100 m, contoh diambil di 4 (empat) titik yaitu permukaan, lapisan termoklin, di atas lapisan hipolimnion, dan bagian dasar kemudian dicampurkan (komposit kedalaman).
  • Danau atau waduk yang kedalamannya lebih dari 100 m, titik pengambilan contoh ditambah sesuai keperluan kemudian dicampurkan (komposit kedalaman).

Titik Pengambilan Contoh Danau

Gambar 1

Daftar Pustaka

SNI 6989.57-2008 Air dan air limbah – Bagian 57: Metoda pengambilan contoh air permukaan

Lokasi dan Titik Pengambilan Contoh Air Pada Sungai

1.  Lokasi pemantauan kualitas air

Lokasi pemantauan kualitas air pada umumnya dilakukan pada:

  • Sumber air alamiah, yaitu pada lokasi yang belum atau sedikit terjadi pencemaran (titik 1, lihat Gambar 1).
  • Sumber air tercemar, yaitu pada lokasi yang telah menerima limbah (titik 4, lihat Gambar 1).
  • Sumber air yang dimanfaatkan, yaitu pada lokasi tempat penyadapan sumber air tersebut. (titik 2 dan 3, lihat Gambar 1).
  • Lokasi masuknya air ke waduk atau danau (titik 5, lihat Gambar 1).

Lokasi Pengambilan Air

Gambar 1

CATATAN Untuk informasi yang lebih rinci, maka pengambilan contoh tidak boleh secara komposit.

2 Titik pengambilan contoh air sungai

Titik pengambilan contoh air sungai ditentukan berdasarkan debit air sungai yang diatur dengan ketentuan sebagai berikut:

  • sungai dengan debit kurang dari 5 m3/detik, contoh diambil pada satu titik ditengah sungai pada kedalaman 0,5 kali kedalaman dari permukaan atau diambil dengan alat integrated sampler sehingga diperoleh contoh air dari permukaan sampai ke dasar secara merata (lihat Gambar 2);
  • sungai dengan debit antara 5 m3/detik – 150 m3/detik, contoh diambil pada dua titik masing-masing pada jarak 1/3 dan 2/3 lebar sungai pada kedalaman 0,5 kali kedalaman dari permukaan atau diambil dengan alat integrated sampler sehingga diperoleh contoh air dari permukaan sampai ke dasar secara merata (lihat Gambar 2) kemudian dicampurkan;
  • sungai dengan debit lebih dari 150 m3/detik, contoh diambil minimum pada enam titik masing-masing pada jarak 1/4, 1/2, dan 3/4 lebar sungai pada kedalaman 0,2 dan 0,8 kali kedalaman dari permukaan atau diambil dengan alat integrated sampler sehingga diperoleh contoh air dari permukaan sampai ke dasar secara merata (lihat Gambar 2) lalu dicampurkan.

Titik Pengambilan Contoh Sungai

Gambar 2

Daftar Pustaka

SNI 6989.57-2008 Air dan air limbah – Bagian 57: Metoda pengambilan contoh air permukaan