Analisa Sulfite di Air

Analisa sulfite di dalam sampel air berdasarkan Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, American Water Works Assn; 22 edition (January 5, 2012) bisa di lakukan dengan cara berikut :

4500-SO32-– B. Iodometric Method

Prinsip metode ini adalah sampel dalam suasana asam yang mengandung sulfit dititrasi dengan titrant potassium iodide-iodate standar. Iodine bebas dilepaskan oleh reagen iodide-iodate dan bereaksi dengan SO32- . Titik akhir titrasi ditandai dengan warna biru yang dihasilkan dari iodine pertama berlebih yang bereaksi dengan indicator kanji. Reaksi kimia yang terjadi sebagai berikut :

KIO3 + 5KI + 3H2SO4 –> 3K2SO4 + 3H2O + 3I2
I2 + SO32- + 3H2O –> 2I + SO42-+ 2H+

4500-SO32-– C. Phenanthroline Method
Prinsip metode ini adalah sampel dalam suasana asam di purge dengan gas nitrogen dan melepaskan SO2 yang ditrap dengan larutan absorbsi mengandung Fe3+ (ferric ion ) dan 1,10-phenanthroline . Fe3+ (ferric ion ) direduksi menjadi Fe2+ (ferous ion) oleh SO2 menghasilkan kompleks tris(1,10-phenanthroline) iron berwarna orange. Setelah Fe3+ berlebih dihilangkan dengan ammonium bifluoride, kompleks phenanthroline diukur secara colorimetry pada 510 nm.

SO32- + 2H+ –> SO2 + H2O
2Fe3+(aq) + SO2(g) + 2H2O(l) → 2Fe2+(aq) + SO42-(aq) + 4H+(aq)
Fe2+(aq) + 3phen(aq) → [Fe(phen)3]2+(aq), [phen = C12H8N2]

Daftar Pustaka

 

 

Iklan

Reaksi Kimia Analisa Krom Heksavalen dengan Metode Spektrofotometri

Prinsip metode ini adalah  Ion krom heksavalen bereaksi dengan difenilkarbazida dalam suasana asam membentuk senyawa kompleks berwarna merah-ungu yang menyerap cahaya tampak pada panjang gelombang 530 nm atau 540 nm. Serapannya yang diukur pada panjang gelombang tersebut sebanding dengan kadar ion krom heksavalen.

1,5-Diphenylcarbazide

1,5-diphenilcarbazide

Reaksi yang terjadi sebagai berikut :

b306105c-u2

Daftar Pustaka

SNI 6989.71:2009. Air dan air limbah – Bagian 71: Cara uji krom heksavalen (Cr-VI) dalam contoh uji secara spektrofotometri

http://www.scbt.com/datasheet-202874-1-5-diphenylcarbazide.html

Kevin Ashley, Alan M. Howe,   Martine Demangeand   and Olle Nygren . Sampling and analysis considerations for the determination of hexavalent chromium in workplace air. Journal of Environmental Monitoring. Issue 5, 2003

Reaksi Analisa Fluorida dengan Metode SPDNS

Reaksi Kimia yang terjadi sebagai berikut :

SPADNS (Sodium-2 (parasulfophenylazo)-dihydroxy-3,6-napthalene disulfonate) berwarna merah cerah dicampur dengan larutan  yang tidak berwarna membentuk senyawa kompleks Zr-SPDNS berwarna merah gelap. Ketika bereaksi senyawa kompleks Zr-SPDNS ditambahkan ke air yang mengandung fluorida, ion fluorida bereaksi dengan kompleks tersebut dan berikatan dengan zirconium. Konsentrasi kompleks menurun sebanding dengan perkiraan konsentrasi fluoride dalam air dan warna reagen-campuran menjadi lebih cerah.

SPADNS

Zr-SPDNS             +        6 F   –>       ZrF62-                    +        SPADNS

Dark Red                        Colourless     Colourless                       Bright Red

Daftar Pustaka

http://chemwiki.ucdavis.edu/Analytical_Chemistry/Analytical_Chemistry_2.0/10_Spectroscopic_Methods/10C_UV%2F%2FVis_and_IR_Spectroscopy

M Kongpun and S Chamnanprai. Field Use of The SPADNS Qualitative Technique by Beneficiaries. 4th International Workshop on Fluorosis Prevention and Defluoridation of Water.

Analisa Hidrogen Fluorida di Emisi Udara dengan Spektrofotometer

Prinsip metode ini adalah gas HF dari aliran emisi gas buang sumber tidak bergerak dialirkan ke dalam larutan penjerap dengan menggunakan pompa hisap. pH laruran diatur dengan penambahan larutan penyangga. Ion fluoride yang terbentuk bereaksi dengan larutan La(NO3)3 dan kompleks alizarin membentuk senyawa berwarna ungu dan diukur serapannya pada panjang gelombang 620 nm menggunakan spektrofotometer.

Reaksi yang terjadi sebagai berikut Yellow Alizarin Complexone (AC) bereaksi dengan ion La3+ membentuk red chelate yang akan bereaksi dengan ion fluorida membentuk blue ternary complex (Alizarin Fluorine Blue). Anion fluorida menggantikan ikatan molekul air dengan ion logam.

F reaction

Daftar Pustaka

SNI 19-7117.9-2005 Emisi gas buang – Sumber tidak bergerak – Bagian 9 : Cara uji kadar hydrogen fluorida (HF) dengan metode kompleks lanthanum alizarin menggunakan spektrofotometer

Separation, Preconcentration and Spectrophotometry in Inorganic Analysis. By Z. Marczenko, M. Balcerzak. Elsevier First Edition 2000.

Fenol

Fenol diproduksi sebagai limbah kilang minyak, pabrik kokas, dan dalam beberapa pabrik kimia. Perairan alami biasanya mengandung kurang dari 1 µg/L, tetapi konsentrasi sampai dengan 20 µg/L terjadi di beberapa daerah. Tingkat konsentrasi 10 sampai 100 µg/L fenol dapat dideteksi dengan rasa dan bau.

Analisa fenol dapat menggunakan SNI 06-6989.21-2004. Metode ini digunakan untuk penentuan kadar fenol dalam air dan air limbah menggunakan aminoantipirin dengan alat spektrofotometer. Kadar fenol yang di ukur antara 0,005 mg/L sampai dengan 0,1 mg/L menggunakan panjang gelombang 460 nm dan untuk kadar fenol lebih besar dari 0,1 mg/L menggunakan panjang gelombang 500 nm.

Prinsip metode ini adalah semua fenol dalam air akan bereaksi dengan 4-aminoantipirin pada pH 7,9 ± 0,1 dalam suasana larutan kalium ferri sianida akan membentuk warna merah kecoklatan dari antipirin. Warna yang terbentuk diukur absorbansinya pada panjang gelombang 460 nm atau 500 nm.

Reaksi kimia yang terjadi sebagai berikut :

Fenol

Daftar Pustaka

  1. www.hach.com
  2. SNI 06-6989.21-2004. Air dan air limbah – Bagian 21: Cara uji kadar fenol secara Spektrofotometri