Antara Uji-T One Tailed dan Uji-T Two Tailed

  • Menarik untuk mengamati bahwa apabila kasus titrasi asam-basa tadi di uji dengan uji-t two tailed, maka Ho tidak ditolak karena t-tabel two tailed, t5 = 2,57.
  • Hasil yang berlawanan ini disebabkan karena pada one tailed, analis sudah mempunyai dugaan akan terjadinya positif bias, sementara pada two tailed tidak.
  • Oleh karena itu, penting untuk menentukan apakah akan menggunakan one tailed atau two tailed sebelum percobaan dilaksanakan.

Daftar Pustaka

Modul “Kursus Pengolahan Data Hasil Validasi Metode Analisis Kimia” Bandung 19 – 23 Juni 2006 RCChem Learning Centre

Iklan

Uji-T Two Tailed dan One Tailed

  • Contoh-contoh yang telah dibahas merupakan contoh-contoh uji-t two tailed, missal uji-t untuk membandingkan nilai-nilai hasil percobaan dengan suatu acuan.
  • Pada uji-t two tailed, analis tidak mempunyai perkiraan apakah perbedaan nilai percobaan dengan nilai acuan akan positif atau negatif. Dengan demikian uji-t yang dilakukan harus mencakup kedua kemungkinan tersebut
  • Kadangkala ada situasi dimana analis telah mempunyai perkiraan sebelumnya, misal : analis berharap dapat meningkatkan kecepatan reaksi dengan menambahkan katalis. Dalam kasus ini telah jlas bahwa sebelum percobaan dilakukan, analis hanya tertarik untuk menguji apakah ada peningkatan kecepatan reaksi dibandingkan sebelum ditambah. Jenis uji seperti ini dinamakan uji-t one tailed.
  • Uji-t one tailed mempunyai nilai kritis yang berbeda dari two tailed, yang dapat dicari pada tabel.
  • Rumus-rumus yang berlaku pada two tailed juga berlaku pada one tailed, yang berbeda adalah hipotesisnya dan nilai kritis acuannya.

Daftar Pustaka

Modul “Kursus Pengolahan Data Hasil Validasi Metode Analisis Kimia” Bandung 19 – 23 Juni 2006 RCChem Learning Centre

Contoh Paired T-Test (Uji-t pasangan)

Dilakukan analisis paracetamol dengan menggunakan 2 metode berbeda. Sebanyak 10 tablet dari batch yang berbeda disiapkan dan masing-masing tablet dianalisis menggunakan kedua metode tersebut. Hasil percobaan sebagai berikut :

Contoh T3-1

Apakah hasil dari kedua metode tersebut berbeda secara nyata ?

Jawaban :

Hipotesis yang dibuat sebagai berikut

Ho : hasil kedua metode sama

H1 : hasil kedua metode berbeda secara nyata

Contoh T3-2

T dihitung menurut rumus :

T3Contoh T3-3

Nilai kritis dari tabel dengan derajat bebas = 9, diperoleh t9 = 2,26 (P=0,05)

Karena t-hitung < t-tabel, maka Ho diterima, yang berarti bahwa hasil kedua metode sama atau tidak berbeda secara nyata.

Daftar Pustaka

Modul “Kursus Pengolahan Data Hasil Validasi Metode Analisis Kimia” Bandung 19 – 23 Juni 2006 RCChem Learning Centre

Contoh Uji-t Untuk Membandingkan Dua Kumpulan Data

Perbandingan antara dua metode analisa chromium dalam gandum memberikan data sebagai berikut :

Metode 1  : rata-rata = 1,48; s1 = 0,28

Metode 2  : rata-rata = 2,33; s2 = 0,31

Dari masing-masing metode diperoleh 5 data

Apakah hasil dari kedua metode tersebut berbeda secara nyata ?

Jawaban :

Hipotesis yang dibuat sebagai berikut

Ho : hasil kedua metode sama

H1 : hasil kedua metode berbeda secara nyata

Standar deviasi gabungan, s, dihitung menurut rumus

 S2Contoh T2-1

T2Contoh T2-2

Nilai kritis dari tabel dengan derajat bebas = 8 diperoleh  t8= 2,31 (P=0,05)

Karena t-hitung > t-tabel, maka Ho ditolak, yang berarti hasil kedua metode berbeda secara nyata.

Daftar Pustaka

Modul “Kursus Pengolahan Data Hasil Validasi Metode Analisis Kimia” Bandung 19 – 23 Juni 2006 RCChem Learning Centre

Contoh Uji-t Untuk Suatu Kumpulan Data Dibandingkan Terhadap Suatu Nilai Tunggal

Suatu laboratorium hendak membandingkan metode baru untuk analisis selenium dalam air. Diadakan percobaan untuk mengetahui akurasi metode baru tersebut dengan cara menguji contoh air ledeng yang telah di-spiked dengan 50 ppb selenium menggunakan metode baru tersebut. Diperoleh hasil sebagai berikut :

50,4; 50,7; 49,1; 49,0; 51,1 ppb

Apakah hasil tersebut akurat ?

Jawaban :

  • Hipotesis yang dibuat sebagai berikut

Ho : hasil uji metode baru akurat

H1 : hasil uji tidak akurat

  • Nilai rata-rata dari 5 data hasil percobaan adalah 50,06 ppb dan standar deviasi (s) 0,956 ppb.
  • Nilai tunggal acuan (µ) = 50 ppb
  • Menggunakan rumus

T1

Contoh T1

  • Dari tabel diperoleh nilai kritis, t4 = 2,78 (P=0,05)
  • Karena t-hitung < t-tabel, maka Ho diterima, yang berarti bahwa hasil uji metode baru akurat (tidak berbeda secara nyata dengan nilai acuan)

Daftar Pustaka

Modul “Kursus Pengolahan Data Hasil Validasi Metode Analisis Kimia” Bandung 19 – 23 Juni 2006 RCChem Learning Centre