Reaksi Kimia Analisa Klorida dengan Metode Merkuri Nitrat

Analisa klorida dapat dilakukan dengan beberapa metode.  Tulisan ini akan membahas reaksi kimia yang terjadi pada metode merkuri nitrat. Tahapannya sebagai berikut :

Merkuri(II) nitrat ( Hg(NO3)2 ) bereaksi dengan ion klorida (Cl) yang ada dalam sampel menghasilkan merkuri(II)  klorida (HgCl2) dan ion nitrat (NO3).

Hg(NO3)2 + 2Cl –> HgCl2 + 2NO3

Ketika semua Cl- dalam sampel sudah terkomplek, sisa ion merkuri bereaksi dengan Diphenylcarbazone membentuk kompleks berwarna ungu yang mengindikasikan titik akhir.

Reaksi Klorida2

ion merkuri      diphenylcarbazone                    Kompleks Merkuri-diphenylcarbazone

Daftar Pustaka

  1. http://www.hach.com
  2. M. A. Sameer Abdulaziz, K. Basavaiah and K. B. Vinay. Titrimetric  And Spectrophotometric Assay of Bupropion Hydrochloride in Pharmaceuticals Using Mercury(II) Nitrate.  http://www.scielo.br/eq Volume 35, número 3, 2010.

 

 

Iklan

Perbedaan Bentuk Penulisan NO3-N dan NO3

Dalam analisa kita harus perhatian terhadap satuan yang digunakan dan perhatikan dengan cermat satuan baku mutu yang terdapat dalam peraturan yang dipergunakan. Sehingga kita tidak salah dalam melaporkan. Sebagai contoh adalah nitrat. Bisa dinyatakan sebagai  NO3-N atau NO3. Satuan yang pertama menyatakan anion nitrate (NO3) sebagai  nitrogen didalam sampel, bentuk ini tidak memasukkan bobot atom oksigen yang terdapat pada anion nitrate.  Satuan yang kedua baru memasukkan bobot oksigen didalamnya. Mengubah dari satuan pertama dan satuan kedua hanya masalah bobot molekul. Contohnya sebagai berikut :

Diketahui sampel air mengandung 33 ppm NO3 . Bagaimana mengubahnya menjadi NO3-N agar bisa dibandingkan dengan baku mutu ?

33 ppm = 33 mg/L = 33 X 10-3 g/L

Mol NO3 dalam 1 L sampel  = Bobot NO3 dalam 1 L sampel /BM NO3 = (33 X 10-3 g/L) / 62,0 g/mol = 0,53 X 10-3 mol /L atau 0,53 mmol/L

Standar air minum tidak berdasar konsentrasi NO3 tapi dalam konsentrasi NO3 sebagai nitrogen (kadar nitrat sebagai nitrogen ).  Karena 1 anion NO3 mengandung 1 atom nitrogen dan 3 atom oksigen, sehingga 1 mol NO3 akan mengandung 1 mol N dan 3 mol O.

Sehingga  0,53 mmol/L NO3 mengandung 0,53 mmol/L N

0,53 X 10-3 mol N/L X 14 g N/mol = 7,4 X 10-3 g NO3-N/L.

Cara singkatnya sebagai berikut :

Konsentrasi NO3-N = Konsentrasi NO3 X (BM Nitrogen / BM NO3)  

Daftar Pustaka

Eugene R. Weiner. Application of Environmental Aquatic Chemistry. A Practical Guide. Third edition. CRC Press

Pengaruh Nitrit dan Nitrat Terhadap Kesehatan

Baku mutu air minum untuk parameter nitrat sangat ketat karena nitrat dapat direduksi menjadi nitrit dalam air liur manusia dan dalam saluran usus bayi selama 6 bulan pertama kehidupan. Nitrit mengoksidasi zat besi dalam hemoglobin darah dari ferrous iron (Fe2+) ke ferric iron (Fe3+). Senyawa yang dihasilkan, methemoglobin, yang tidak dapat membawa oksigen dan dapat menyebabkan kondisi kekurangan oksigen pada darah yang disebut methemoglobinemia. Hal ini berbahaya terutama pada bayi (blue baby syndrome) karena total volume darah mereka kecil.

Ada beberapa peraturan yang mengatur baku mutu untuk nitrit dan nitrit yaitu

1. PP No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Kadar maksimun yang diperbolehkan untuk Nitrat dan Nitrit dibagi menjadi 4 kelas air. Nitrat untuk Kelas 1 – 2 kadar maksimumnya 10 mg/l sedangkan untuk kelas 3 – 4 kadar maksimumnya 20 mg/l.   Nitrit untuk Kelas 1 – 3 kadar maksimumnya 0,06 mg/l sedangkan untuk kelas 4 tidak dipersyaratkan.

2. Permenkes No 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum

Nitrit dan Nitrat termasuk parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan dan kadar maksimum yang diperbolehkan untuk Nitrit (sebagai NO2) adalah 3 mg/l dan Nitrat (sebagai NO3) adalah 50 mg/l.

3. Kepmen LH No 51 tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut

Kadar maksimum yang diperbolehkan untuk Nitrat (sebagai NO3-N) adalah 0,008 mg/l.

Daftar Pustaka

Eugene R. Weiner. Application of Environmental Aquatic Chemistry. A Practical Guide. Third edition. CRC Press

Cara Uji Nitrat (NO3-N) dengan Reduksi Kadmium Secara Spektrofotometri (SNI 19-6964.7-2003)

Ruang Lingkup

Standar ini digunakan untuk penentuan nitrat NO3-N dalam air laut dengan reduksi kadmium secara spektrofotometri pada kisaran 0,05 mg/l – 1,00 mg/l. Standar ini digunakan untuk contoh uji air laut yang tidak berwarna.

Prinsip

Senyawa nitrat dalam contoh uji air laut direduksi menjadi nitrat oleh butiran kadmium (Cd) yang dilapisi dengan tembaga (Cu) dalam suatu kolom. Senyawa nitrit akan bereaksi dengan sulfanilamide dalam suasana asam menghasilkan senyawa diazonium yang sebanding dengan banyaknya senyawa nitrit dalam contoh uji. Senyawa diazonium tersebut kemudian bereaksi dengan n-(1-naftil)-etilendiamin dihihidroklorida (NED dihidroklorida) membentuk senyawa azo yang berwarna merah mudah. Senyawa azo yang terbentuk ekivalen dengan banyaknya senyawa diazonium yang ekivalen dengan banyaknya nitrit dalam contoh. Warna merah muda yang terbentuk diukur absorbansinya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang optimal sekital 543 nm.

Catatan : Inti analisa ini adalah mereduksi nitrat menjadi nitrit dengan bantuan kadmium. Reaksi nitrat menjadi nitrit bisa dilihat disini. Setelah menjadi nitrit, prinsip kerjanya sama dengan analisa nitrit.

GS Reaction

Daftar Pustaka

http://en.wikipedia.org/wiki/Griess_test diakses 16 Agustus 2013 9:25

Rules Of Thumb About Nitrite and Nitrate

  1. In unpolluted, oxygenated surface waters, oxidized nitrogen is normally in the form of nitrate, with only trace amounts of nitrite.
  2. Measurable nitrite concentrations are more common in groundwater because of low oxygen concentrations in the soil’s subsurface.
  3. Nitrate and nitrite both leach readily from soils to surface waters and groundwater.
  4. High concentrations (>1-2 mg/L) of nitrate or nitrite in surface waters or groundwater generally indicate agricultural contamination from fertilizers and manure seepage.
  5. Greater than 10 mg/L of total nitrite and nitrate in drinking water is considered a human health hazard.

Reference

Eugene R. Weiner. Application of Environmental Aquatic Chemistry. A Practical Guide. Third edition. CRC Press