Lokasi dan Titik Pengambilan Contoh pada Sungai

Lokasi pemantauan kualitas air pada umumnya dilakukan pada:

  1. Sumber air alamiah, yaitu pada lokasi yang belum atau sedikit terjadi pencemaran (titik 1, lihat Gambar 1).
  2. Sumber air tercemar, yaitu pada lokasi yang telah menerima limbah (titik 4, lihat Gambar 1).
  3. Sumber air yang dimanfaatkan, yaitu pada lokasi tempat penyadapan sumber air tersebut. (titik 2 dan 3, lihat Gambar 1).
  4. Lokasi masuknya air ke waduk atau danau (titik 5, lihat Gambar 1).

CATATAN Untuk informasi yang lebih rinci, maka pengambilan contoh tidak boleh secara komposit.

Gambar 1 Contoh lokasi pengambilan air

Titik pengambilan contoh air sungai ditentukan berdasarkan debit air sungai yang diatur dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. sungai dengan debit kurang dari 5 m3/detik, contoh diambil pada satu titik ditengah sungai pada kedalaman 0,5 kali kedalaman dari permukaan atau diambil dengan alat integrated sampler sehingga diperoleh contoh air dari permukaan sampai ke dasar secara merata (lihat Gambar 2);
  2. sungai dengan debit antara 5 m3/detik – 150 m3/detik, contoh diambil pada dua titik masing-masing pada jarak 1/3 dan 2/3 lebar sungai pada kedalaman 0,5 kali kedalaman dari permukaan atau diambil dengan alat integrated sampler sehingga diperoleh contoh air dari permukaan sampai ke dasar secara merata (lihat Gambar 2) kemudian dicampurkan;
  3. sungai dengan debit lebih dari 150 m3/detik, contoh diambil minimum pada enam titik masing-masing pada jarak 1/4, 1/2, dan 3/4 lebar sungai pada kedalaman 0,2 dan 0,8 kali kedalaman dari permukaan atau diambil dengan alat integrated sampler sehingga diperoleh contoh air dari permukaan sampai ke dasar secara merata (lihat Gambar 2) lalu dicampurkan.

Gambar 2 Titik pengambilan contoh sungai

Daftar Pustaka

SNI 6989.57:2008 Air dan air limbah – Bagian 57: Metoda pengambilan contoh air permukaan

 

Alat Sampling Air Permukaan

Air permukaan adalah air yang terdiri atas air sungai, air danau, air waduk, air saluran, mata air, air rawa dan air gua.

Persyaratan alat pengambil contoh :

  1. terbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi sifat contoh;
  2. mudah dicuci dari bekas contoh sebelumnya;
  3. contoh mudah dipindahkan ke dalam wadah penampung tanpa ada sisa bahan tersuspensi di dalamnya;
  4. mudah dan aman di bawa;
  5. kapasitas alat tergantung dari tujuan pengujian.

Jenis alat pengambil contoh :

  • Alat pengambil contoh sederhana

Alat pengambil contoh sederhana dapat berupa ember plastik yang dilengkapi dengan tali, gayung plastik yang bertangkai panjang untuk mengambil air permukaan atau air sungai kecil yang relatif dangkal.

Gambar 1 Contoh alat pengambil contoh sederhana gayung bertangkai panjang

Keterangan gambar: A adalah pengambil contoh terbuat dari polietilen; B adalah handle (tipe teleskopi yang terbuat dari aluminium atau stanlestil

Gambar 2 Contoh alat pengambil air botol biasa secara langsung

Gambar 3 Contoh alat pengambil air botol biasa dengan pemberat

  • Alat pengambil contoh pada kedalaman tertentu

Alat pengambil contoh untuk kedalaman tertentu atau point sampler digunakan untuk mengambil contoh air pada kedalaman yang telah ditentukan pada sungai yang relatif dalam, danau atau waduk. Ada dua tipe point sampler yaitu tipe vertikal dan horisontal (lihat Gambar 4 dan 5).

Gambar 4 Contoh alat pengambil contoh air point sampler tipe vertikal

Gambar 5 Contoh alat pengambil contoh air point samplertipe horizontal

  • Alat pengambil contoh gabungan kedalaman

Alat pengambil contoh gabungan kedalaman digunakan untuk mengambil contoh air pada sungai yang dalam, dimana contoh yang diperoleh merupakan gabungan contoh air mulai dari permukaan sampai ke dasarnya (lihat Gambar 6).

Gambar 6 Contoh alat pengambil contoh air gabungan kedalaman

  • Alat pengambil contoh otomatis

Alat pengambil contoh jenis ini digunakan untuk mengambil contoh air dalam rentang waktu tertentu secara otomatis. Contoh yang diperoleh ini merupakan contoh gabungan selama periode tertentu (lihat Gambar 7).

Gambar 7 Contoh alat pengambil contoh otomatis

Daftar Pustaka

SNI 6989.57:2008 Air dan air limbah – Bagian 57: Metoda pengambilan contoh air permukaan

Organic chloride vs Inorganic chloride

Organic chloride  adalah kontaminasi yang tidak diinginkan dalam minyak bumi.  Bahkan dalam konsentrasi sangat kecil (beberapa ppm) dapat menjadi bencana besar selama fraksinasi minyak bumi di kilang yang dapat menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada peralatan kilang. Organic chloride tidak ada secara alami ada dalam minyak bumi dan biasanya berasal dari operasi pembersihan di lokasi produksi, saluran pipa dan tangki.

Organic chloride selama proses kilang menjadi asam hidroklorida yang sangat korosif dan dapat menyebabkan korosi parah pada sistem bagian atas  distilasi minyak.  Untuk meminimalkan korosi yang disebabkan Organic chloride  maka ditambahkan aditif komersil.  Sangat penting bagi kilang untuk memiliki pengetahuan yang baik tentang Organic chloride dalam minyak bumi, terutama ketika transfer of custody dilakukan. Organic chloride dalam minyak bumi selama distilasi terkonsentrasi dalam fraksi nafta berat dan dapat menyebabkan kerusakan ekstrem jika tidak dianalisis dan dilaporkan dengan benar. Pelaporan Organic chloride yang benar sebelum distilasi membantu engineers untuk mengambil tindakan korektif yang tepat.

Organic chloride adalah senyawa yang mengandung setidaknya satu atom chlorine yang “terikat secara kovalen”. Variasi strukturalnya yang luas dan sifat kimia yang berbeda menyebabkan berbagai nama dan aplikasi. Organik klorida adalah senyawa di mana satu atau lebih banyak atom chlorine yang terhubung langsung dengan atom karbon. Contohnya adalah Methylene dichloride (CH2Cl2), Methyl chloride (CH3Cl), Chloroform (CHCl3), Carbon tetrachloride (CCl4), 1,1,1 trichloroethane (CH3-CCl3). Ethylene dichloride (CH2Cl-CH2Cl) Carbonyl chloride (COCl2) dan banyak lagi. Semua pelarut ini memiliki kisaran didih di bawah 400 oF.

Inorganic chloride bukan masalah besar karena unit desalter di kilang dapat dengan mudah menghilangkan garam inorganic chloride.

Inorganic chloride adalah senyawa di mana satu atau lebih atom chlorine terhubung langsung dengan logam seperti natrium, kalsium, aluminium, tembaga besi, magnesium, litium dan banyak lagi. Contohnya adalah Sodium chloride (NaCl), Lithium chloride (LiCl), Aluminum chloride (AlCl3), Calcium chloride (CaCl2) dan banyak lagi.

Metode Standar

ASTM D 4929-17 Standard Test Method for Determination of Organic Chloride Content in Crude Oil.

  • Procedure A covers the determination of organic chloride in the washed naphtha fraction of crude oil by sodium biphenyl reduction followed by potentiometric titration.
  • Procedure B covers the determination of organic chloride in the washed naphtha fraction of crude oil by oxidative combustion followed by microcoulometric titration.
  • Procedure C covers the determination of organic chloride in the washed naphtha fraction of crude oil by x-ray fluorescence spectrometry.

ASTM D 5808-18 Standard Test Method for Determining Chloride in Aromatic Hydrocarbons and Related Chemicals by Microcoulometry

UOP 588-12 Total, Inorganic, and Organic Chloride in Hydrocarbons & UOP 779-08 Chloride in Petroleum Distillates by Microcoulometry

ASTM D 7536-16 Standard Test Method for Chlorine in Aromatics by Monochromatic Wavelength Dispersive X-ray Fluorescence Spectrometry

Daftar Pustaka

https://www.amspecllc.com/wp-content/uploads/2017/09/amspec-techtalk-chlorides.pdf

https://www.astm.org/

Reaksi Kimia Analisa Karbon Organik Pada Tanah

Dasar Penetapan

Karbon sebagai senyawa organik akan mereduksi Cr6+ yang berwarna jingga menjadi Cr3+ yang berwarna hijau dalam suasana asam. Intensitas warna hijau yang terbentuk setara dengan kadar karbon dan dapat diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 561 nm.

Reaksi Kimia

2Cr2O72- + 3C0 + 16H+   <->  4Cr3+ + 3CO2 + 8H2O

Daftar Pustaka

  • Petunjuk Teknis Edisi 2 Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk,  Penerbit: Balai Penelitian Tanah Bogor Jawa Barat,  ISBN 978-602-8039-21-5.
  • Brian A. Schumacher, Methods For The Determination Of Total Organic Carbon (TOC) In Soils and Sediments, United States Environmental Protection Agency.

PermenLHK No 59 Tahun 2016 Baku Mutu Lindi Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah

PermenLHK No 59 Tahun 2016 Baku Mutu Lindi Bagi Usaha Dan Atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah