IODOMETRY VS IODIMETRY

Ketika membaca analisa sulfite dengan SNI dan mencari reaksinya di internet ketemu tentang artikel ini. Artikel tentang iodometry dan iodimetry. Soalnya kalau mengingat metode ini yang terpikir hanya iodometry seperti di analisa sulfida dengan iodometry. Lebih lanjut dengan analisa ini bisa dibaca disini. Kembali ke iodometry dan iodimetry, dua metode ini jelas berbeda jauh. Bagaimana perbedaan bisa dibaca tulisan di bawah ini.
Iodometry
Metode ini berdasarkan oksidasi iodide menjadi iodine. Iodometry digunakan untuk penentuan jumlah zat pengoksidasi. Jumlah zat pengoksidasi ditentukan dengan titrasi iodine dengan thiosulfat. Kanji digunakan sebagai indicator. Deteksi titik akhir didasarkan pada pembentukan kompleks kanji berwarna biru.
Titrasi iodometric (oksidasi iodide) berakhir dalam dua tahap yaitu :
Tahap pertama
Langkah pertama berakhir dengan reaksi antara zat pengoksidasi (KMnO4, K2Cr2O7, CuSO4, peroxides dll) dan KI (berlebih) dalam suasana netral atau sedikit asam. Sehingga iodine cepat dilepaskan.

KI + zat pengoksidasi –>I2 (atau)
2I –> I2 + 2e
K2Cr2O7 + 6KI + 7H2SO4 –> Cr2(SO4)3 + 4K2SO4 + 7H2O + 3I2

Tahap kedua
Dalam langkah ini, pelepasan iodine (dalam langkah pertama) dititrasi dengan larutan standar sodium thiosulfat. Kanji digunakan sebagai indicator. Pada titik akhir, warna biru atau ungu menghilang karena perubahan iodine menjadi iodide. Sehingga titrasi dimana pelepasan iodine (dari potassium iodide) dititrasi dengan larutan standar sodium thiosulfat dikenal sebagai titrasi iodometry. Reaksi kimia yang terjadi sebagai berikut :

I2 + Na2S2O3 –> 2NaI + Na2S2O4
atau
2S2O32- + I2 –> S4O62- + 2I

Ini adalah reaksi yang memperlihatkan reduksi iodine. Titrasi iodometri dilakukan dalam media asam lemah karena dekomposisi tiosulfat ke S2. PH larutan iodine harus < 8,5 karena iodine disproporsional pada pH basa.
Iodimetry
Dalam metode iodimetric, analit (zat pereduksi) dititrasi dengan larutan standar iodine. Larutan iodine bebas digunakan dalam titrasi iodimetry. Pembentukan larutan iodine bebas sangat sulit karena iodine sedikit larut dalam air. Sehingga larutan iodine dibuat menggunakan KI. Ini adalah larutan standar. Standarisasi larutan ini diperlukan sebelum digunakan. Reaksi kimia antara KI dan iodine sebagai berikut :

KI + I2 –> KI3

Sehingga dalam titrasi iodimetric, iodine digunakan secara langsung sebagai zat pengoksidasi dalam suasana netral atau sedikit asam dan kanji digunakan sebagai indicator. Thiosulfat, sulfite, arsenite dll digunakan sebat zat pereduksi. Reaksi kimia dapat ditulis sebagai berikut :

2S2O32- (thiosulphate) + I2 –> S4O62- (tetra thionate) + 2I
I2 + SO32- (sulfite) + H2O –> 2I + SO42- (sulfate) + 2H+

 

Daftar Pustaka
http://chemistry.tutorvista.com/analytical-chemistry/iodometric-titration.html

Reaksi Analisa Kadar Garam (IP 77)

1. Ringkasan

Sampel diekstrak dengan air dengan bantuan pelarut dan demulsifier dalam peralatan ekstraksi, halida dalam ekstrak ditentukan secara volumetri setelah menghilangkan sulfide. Hasil dinyatakan sebagai NaCl.

2. Reaksi

a. Reaksi Titrasi

Ag+ + Cl AgCl(s)

b. Reaksi Indikator

2Ag+ + CrO42- Ag2CrO4(s)

3. Daftar Pustaka

Skoog. Fundamentals of Analytical Chemistry Eighth Edition

IP 77

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif

Kimia analtik dapat dibagi menjadi dua bidang yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif berkaitan dengan identifikasi zat-zat kimia; mengenali unsur atau senyawa apa yang ada dalam suatu sampel. Teringat zaman kuliah dulu dapat praktek lab kimia analitik kualitatif dimana mahasiswa dapat sampel yang tidak diketahui unsur atau senyawa dan diminta untuk menduganya. Berbagai cara dilakukan sesuai buku laboratorium. Dari awal cuman satu senyawa sampai lebih dari satu. Pada saat itu tidak menggunakan instrument, hanya menambahkan zat kimia tertentu hingga terjadi warna yang khas dari unsur tertentu, terjadi pengendapan, menghasilkan warna yang khas bila dibakar diatas api dll. Terasa mudah sekarang padahal dulu waktu praktek banyak gagalnya. Beruntung sampel sudah dalam bentuk larutan. Kalau dapatnya dalan bentuk padatan khan harus cari pelarutnya. Penggunaan alat-alat instrumentasi juga sangat membantu. Bila senyawa kita organik maka bisa digunakan spektroskopi infrared dan nmr. Kalau anorganik bisa menggunakan spektroskopi uv-vis. Sekedar ada absorbannya di daerah panjang gelombang tertentu.

Kalau mau tahu kadar sampelnya maka digunakan analisis kuantitatif. Analisis ini berkaitan dengan penetapan berapa banyak suatu zat tertentu yang terkandung dalam suatu sampel. Zat yang ditetapkan tsb, yang disebut konstituen atau analit, menyusun entah sebagian kecil atau besar sampel yang dianalisis. Jika analit tersebut menyusun lebih dari 1 % dari sampel maka analit ini disebut konstituen utama. Zat itu dianggap konstituen minor jika jumlahnya berkisar 0,01 % – 1% dari sampel. Sedangkan konstituen perunut (trace) jika jumlah zat tersebut kurang dari 0,01 %. Analisis kuantitatif biasanya membutuhkan larutan yang konsentrasinya sudah diketahui. Kalau dititrasi biasanya peniternya diketahui kadarnya, kalau di spektroskopi menggunakan deret standar dll

Ada pertanyaaan ? Silahkan ditulis di comment. Nanti kita diskusi bersama 🙂

Daftar Pustaka
R.A. Day , JR. & A. L . Underwood. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam. Penerbit Erlangga

Reaksi Analisa Ammonia dengan Metode Titrasi

Sampel didistilasi untuk melepaskan ammonia dan ditangkap dengan erlenmeyer yang telah diberi asam borat (H3BO3) pH 9.

NH3-1

(1) Ammonia didistilat kemudian dititrasi dengan larutan H2SO4 dengan indikator campuran (methyl red  dan methylene blue)

NH3-2

(2)Reaksi kesetimbangannya sbb

NH3-3

(3) Rumus perhitungan ammonia didapat sbb :

2 mmol NH3 ~ 1 mmol H2SO4

NH3-4

Daftar Pustaka

Fundamental of Environmental Sampling and Analysis. Chunlong Zhang. A John Wiley & Sons, Inc., Publication. 2007

Chemical Oxygen Demand (COD)

Chemical Oxygen Demand (COD) atau Kebutuhan Oksigen Kimiawi (KOK) adalah jumlah oksidan Cr2O72- yang bereaksi dengan contoh uji dan dinyatakan sebagai mg O2 untuk tiap 1000 mL contoh uji.

COD

Daftar Pustaka

  • SNI 06-6989.15-2004
  • Fundamental of Environmental Sampling and Analysis. Chunlong Zhang. A John Wiley & Sons, Inc., Publication. 2007