Odors of Biological Origin in Water

The most common inorganic gases found in water are carbon dioxide (CO2), methane (CH4), hydrogen (H2), hydrogen sulfide (H2S), ammonia (NH3), carbon disulfide (CS2), sulfur dioxide (SO2), oxygen (O2) and nitrogen (N2). In addition, many different organic gases in water arise from biodegradation of organic matter. Of these dissolved inorganic and organic gases, those with an offensive odor generally contain N and/or S combined with H, C, and/or O, such as H2S, NH3, CS2 and SO2.

Hydrogen sulfide (H2S), from anaerobic reduction of sulfate (SO42-) by bacteria.

SO42- + organic matter + SRB –>  S2- + H2O + CO2 + SRB growth

S2- + 2H2O   <–>   OH + HS + H2O <–>  H2S(g) + 2OH

S2- + H2O   <–>   HS + OH

HS + H2O  <–> H2S(aq) + OH

is usually the most prevalent odor in aerobic natural waters and sewage. Sulfate enters natural waters from sulfate minerals and aerobic decomposition of organic material; it is formed in domestic wastewater by the aerobic biodegradation of sulfur-containing proteins. In addition to H2S, other disagreeable odorous compounds may be formed by anaerobic decomposition of various organic materials.

Daftar Pustaka

Eugene R. Weiner. Application of Environmental Aquatic Chemistry. A Practical Guide. Third edition. CRC Press

Gravimetri

Suatu metode analisis gravimetrik biasanya didasarkan pada reaksi kimia seperti

aA  +  rR –> AaRr

dimana a molekul analit A bereaksi dengan r molekul reagennya R. Produknya, yakni AaRr biasanya merupakan suatu substansi yang sedikit larut yang bisa ditimbang setelah pengeringan atau yang bisa dibakar menjadi senyawa lain yang komposisinya diketahui untuk kemudian ditimbang.

Persyaratan berikut haruslah dipenuhi agar metode gravimetrik berhasil :
1. Proses pemisahah hendaknya cukup sempurna sehingga kuantitas analit yang tak terendapkan secara analitis tak dapat dideteksi ( biasanya 0,1 mg atau kurang, dalam menetapkan penyusunan utama dari suatu makro)
2. Zat yang ditimbang hendaknya mempunyai susunan yang pasti dan hendaknya murni, atau sangat hampir murni. Bila tidak akan diperoleh hasil yang galat.

Salah satu analisa yang menggunakan metode gravimetri adalah penentuan sulfat dalam air.

Sulfat

Gbr : BaSO4

Daftar Pustaka

R.A. Day , JR. & A. L . Underwood. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam. Penerbit Erlangga

Gambar diambil dari http://en.wikipedia.org/wiki/Barium_sulfate

Analisa Sulfat di Air

Ada dua cara untuk menganalisa sulfat di sampel air yaitu

1. Metode gravimetri

Metode ini digunakan untuk sampel air laut. Prinsipnya metode ini adalah senyawa sulfat dalam sampel diendapkan dengan BaCl2 dalam suasana asam menghasilkan endapan BaSO4 yang berwarna putih. Endapan dipanaskan dalam tanur pada temperatur 800oC, kemudian didinginkan dan ditimbang. Berat BaSO4 yang diperoleh ekivalen dengan kadar SO4= dalam contoh uji.

Sulfat

2. Metode turbidimetri.

Metode ini digunakan untuk sampel air dan air limbah dengan kisaran kadar 1 mg/L sampai dengan 40 mg/L dengan tebal kuvet 2,5 cm – 10 cm dan kisaran kadar 5 mg/L sampai dengan 70 mg/L dengan tebal kuvet 1 cm. Prinsip metode ini adalah ion sulfat (SO4=) dalam suasana asam bereaksi dengan BaCl2 membentuk kristal BaSO4 yang serba sama. Sinar yang diserap oleh suspensi BaSO4 diukur dengan fotometer dan kadar sulfat dihitung secara perbandingan pembacaan dengan kurva kalibrasi.

Sulfat

Daftar Pustaka

  1. SNI 19-6964.5-2003
  2. SNI 6989.20:2009

SNI Kualitas Air (Bagian 2)

B. SNI Air Laut

No. Nomor SNI Judul Ruang Lingkup
1. SNI 19-6964.1-2003 Kualitas air laut – Bagian 1: Cara uji nitrit (NO2-N) dalam air laut dengan sulfanilamid secara spektrofotometri Standar ini digunakan utuk cara penentuan nitrit (NO2–N) dengan sulfanilamit secara spektrofotometri pada kisaran kadar nitrit NO2-N 0,002 mg/I – 1000 mg/I.

Standar ini digunakan untuk contoh uji air laut yang tidak berwarna.

2. SNI 19-6964.2-2003 Kualitas air laut – Bagian 2: Cara uji merkuri (Hg) dalam air laut secara cold vapour dengan spektrofotometer serapan atom atau mercury analyzer Standar ini digunakan untuk penentuan merkuri (Hg) dalam air laut secara cold vapour dengan spektrofotometer serapan atom mercury analyzer padakisaran kadar 0,0 μg/I – 10 μg/I.
3. SNI 19-6964.3-2003 Kualitas air laut – Bagian 3: Cara uji amonia (NH3-N) dalam air laut dengan biru indofenol secara spektrofotometri Standar ini digunakan untuk penentuan amonia (NH3-N) dalam air laut dengan biru indofenol secara spektrofotometri pada kisaran kadar 0,05 mg/I – 2,00 mg/I .

Standar ini digunakan untuk contoh uji air laut yang tidak berwarna.

4. SNI 19-6964.4-2003 Kualitas air laut – Bagian 4: Cara uji sulfida (S=) dalam air laut dengan biru metilen secara spektrofotometri Standar ini digunakan untuk penentuan sulfida, S= dalam air laut dengan biru metilen secara spektrofotometri dengan kisaran kadar 0,03mg/I – 0,80mg/I.

Standar ini digunakan untuk contoh uji air laut tidak berwarna.

5. SNI 19-6964.5-2003 Kualitas air laut – Bagian 5: Cara uji sulfat (SO4=) dalam air laut dengan gravimetri Standar ini digunakan untuk penentuan sulfat, SO4= dalam air laut dengan gravimetri.
6. SNI 19-6964.6-2003 Kualitas air laut – Bagian 6: Cara uji total sianida (CN-) dalam air laut dengan 4-piridin asam karboksilat-pirazolon secara spektrofotometri Standar ini digunakan untuk penentuan total sianida ( CN) dalam air laut dengan 4-piridin asam karboksilat-pirazolon secara spektrofotometri pada kisaran kadar 0,005 mg/I – 0,180mg/I
7. SNI 19-6964.7-2003 Kualitas air laut – Bagian 7: Cara uji nitrat (NO3-N) dalam air laut dengan reduksi kadmium secara spektrofotometri Standar ini digunakan untuk penentuan nitrat, NO3-N dalam air laut dengan reduksi kadmium secara spektrofotometri pada kisaran kadar 0,05mg/I – 1,00mg/I.

Standar ini digunakan untuk contoh uji air laut yang tidak berwarna