Analisa Kadar Nitrogen dioksida (NO2) di Udara Ambien dengan Test Kit Merck Nitrite Test

Kalau sudah pernah analisa kadar nitrogen dioksida (NO2) dengan SNI 19-7119.2-2005 pasti tahu banyaknya persiapan yang dilakukan untuk analisa ini. Dari pembuatan larutan penjerab, larutan standar nitrit untuk pembuatan kurva kalibrasi , pengambilan contoh dan pengujian contoh uji dengan spektrofotometer.  Banyak yang dilakukan dan dibutuhkan ketelitian tiap langkahnya.

Di laboratoriumku ada spektrofotometer merck yang biasanya digunakan untuk analisa air dengan test kit-nya merck. Beberapa tahun lalu pernah juga untuk analisa udara ambien dengan metode SNI dan tidak memuaskan hasilnya. Bukan salah bahan kimia atau peralatan spektrofotometernya tapi lebih kurangnya pengalaman analisnya. So kalau analisanya pake test kit khan bisa dikurangi kesalahan analisnya. Sempat terpikir bisa engga test kit dari merck ini dibuat untuk analisa udara ambien ? Hal ini ditanyakan juga ke teknisi merck yang datang ke laboratorium. Setelah beberapa waktu ternyata jawabnya bisa dilakukan tapi syarat-syarat tertentu dan tidak untuk semua parameter uji udara ambien. Syarat utama disini adalah metode yang digunakan sama.

Sebagai contoh adalah analisa kadar nitrogen dioksida (NO2) dengan Test Kit Merck Nitrite. Coba kita lihat prinsip analisa di masing-masing metode.

1. Analisa kadar nitrogen dioksida (NO2) dengan SNI 19-7119.2-2005

Gas nitrogen dioksida dijerap dalam larutan Griess Saltzman sehingga membentuk suatu senyawa azo dye berwarna merah mudah yang stabil setelah 15 menit. Konsentrasi larutan ditentukan dengan spektrofotometri pada panjang gelombang 550 nm.

2. Test Kit Merck Nitrite Test

In acidic solution nitrite ions react with sulfanilic acid to form a diazonium salt, which in turn reacts with N-(1-naphthyl)ethylenediamine dihydrochloride to form a red-violet azo dye. This dye is determined photometrically. The method is analogous to EPA 354.1, APHA 4500-NO2- B, and DIN EN 26 777 D10.

Kalau dilihat prinsipnya kedua analisa tersebut sama. Sebagai info, larutan Griess Saltzman terdiri dari asam sulfanilat, asam asetat glasial,  N-(1-naftil)etilendiamin dihidroklorida dan aseton. Prinsipnya sudah sama berarti bisa dicoba khan. Teknisi merck tersebut sudah pernah mencobanya di suatu instansi dan hasilnya bagus. Menurut pendapatku, walaupun hasilnya bagus tetap harus ada validasi disini. Pembuktian lebih lanjut dan membuatnya lebih terpercaya. Oh yach satu lagi di SNI 19-7119.2-2005 yang dibuat adalah kurva kalibrasi nitrit.

Rencana ke depannya, laboratoriumku akan memcoba hal tersebut di atas. Kalau berhasil akan sangat membantu analis di tempatku dan mempercepat analisa. Ada parameter uji udara ambien lain selain NO2 yang juga dapat menggunakan test kit merck. Infonya menyusul yach. Selamat memcoba dan mari kita berdiskusi bagi yang pernah melakukan.

Daftar Pustaka

1. SNI 19-7119.2-2005 Udara Ambien – Bagian 2 : Cara Uji Kadar Nitrogen (NO2) dengan metode Griess Saltzman menggunakan Spektrofotometer

2. Spectroquant Nitrite Test. 1.14776.0001 / 1.14776.0002. http://www.merckmillipore.com

Fluorida

Senyawa fluorida adalah garam yang terbentuk ketika unsur fluorida (F), berikatan dengan mineral dalam tanah atau batuan. Fluorida ditambahkan ke air minum untuk meningkatkan kesehatan gigi. Paparan konsumsi berlebihan fluorida seumur hidup berpengaruh terhadap kesehatan yang mengakibatkan peningkatan patah tulang pada orang dewasa dan dapat mengakibatkan efek pada tulang berupa nyeri dan perih.

Beberapa senyawa fluorida seperti sodium fluoride dan  fluorosilicates mudah larut ke air tanah ketika bergerak melalui celah-celah dan ruang pori antara bebatuan. Kebanyakan pasokan air mengandung beberapa fluoride alami. Fluorida juga dapat memasuki air minum akibat terlepas dari pupuk atau pabrik aluminium. Selain itu banyak masyarakat menambahkan fluorida pada air minum mereka untuk meningkatkan kesehatan gigi.

Berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, fluorida termasuk parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan. Kadar maksimun fluorida yang diperbolehkan adalah 1,5 mg/l.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran air Kelas satu yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut kadar maksimum flourida yang diperbolehkan adalah 0,5 mg/l.

Analisa fluorida di air dan air limbah dapat menggunakan SNI 06-6989.29-2005 yaitu cara uji fluorida (F) secara spektrofotometri dengan SPADNS. Ruang lingkup metode ini untuk kadar fluorida sampai dengan 1,40 mg/L. Bila lebih tinggi maka sampel tersebut harus diencerkan. Prinsip metode ini adalah fluorida bereaksi dengan larutan campuran SPADNS-asam zirkonil menyebabkan berkurangnya warna larutan. Pengurangan warna ini sebanding dengan banyaknya unsur fluorida dalam contoh uji yang kemudian diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 570 nm. Untuk lebih praktis, produsen bahan kimia seperti Merck menyediakan satu set Fluoride Cell Test (Metode: fotometrik 0.10 – 1.50 mg/l FSpectroquant®) atau Fluoride Test (Metode: fotometrik 0.10 – 20.0 mg/l F Spectroquant®).

Daftar Pustaka

1. http://www.epa.gov

2. SNI 06-6989.29-2005 Air dan air limbah – Bagian 29 : Cara uji fluorida (F) secara spektrofotometri dengan SPADNS

3. http://www.merckmillipore.com

Analisa Kadar Oksidan Dengan NBKI

Oksidan di atmosfer yang umumnya dianalisa meliputi ozon, hydrogen peroksida, organik peroksida dan klorin. Metode klasik untuk analisa oksidan adalah berdasarkan oksidasi I dilanjutkan dengan pengukuran spektrofotometer produknya. Sampel di sampling dalam 1% KI dalam buffer pH 6,8. Reaksi oksidan dengan ion iod diperlihatkan dengan reaksi menggunakan ozon :

O3 + 2H+ + 3I  –>  I3 + O2 + H2O

Absorbansi produk I3 yang berwarna diukur dengan spektrofotometer pada 352 nm. Pada umumnya nilai oksidan dinyatakan dalam ozon, meskipun harus dicatat bahwa tidak semua oksidan, PAN sebagai contohnya bereaksi sama efisiennya dengan O3. Oksidasi I- dapat digunakan untuk range konsentrasi 0,01 ppm – 10 ppm (19,6 µg/Nm3 – 19620 µg/Nm3 sebagai ozon).Dalam jangka waktu 30 menit – 60 menit setelah pengambilan sampel, analisa spektrofotometer harus segera dilakukan.

Daftar Pustaka

– SNI 19-7118.7-2005
– Stanley E. Manahan. Environmental Chemistry. 8 Ed. CRC Press