Reaksi Kimia Analisa Karbon Organik Pada Tanah

Dasar Penetapan

Karbon sebagai senyawa organik akan mereduksi Cr6+ yang berwarna jingga menjadi Cr3+ yang berwarna hijau dalam suasana asam. Intensitas warna hijau yang terbentuk setara dengan kadar karbon dan dapat diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 561 nm.

Reaksi Kimia

2Cr2O72- + 3C0 + 16H+   <->  4Cr3+ + 3CO2 + 8H2O

Daftar Pustaka

  • Petunjuk Teknis Edisi 2 Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk,  Penerbit: Balai Penelitian Tanah Bogor Jawa Barat,  ISBN 978-602-8039-21-5.
  • Brian A. Schumacher, Methods For The Determination Of Total Organic Carbon (TOC) In Soils and Sediments, United States Environmental Protection Agency.

Cara Uji Nitrat (NO3-N) dengan Reduksi Kadmium Secara Spektrofotometri (SNI 19-6964.7-2003)

Ruang Lingkup

Standar ini digunakan untuk penentuan nitrat NO3-N dalam air laut dengan reduksi kadmium secara spektrofotometri pada kisaran 0,05 mg/l – 1,00 mg/l. Standar ini digunakan untuk contoh uji air laut yang tidak berwarna.

Prinsip

Senyawa nitrat dalam contoh uji air laut direduksi menjadi nitrat oleh butiran kadmium (Cd) yang dilapisi dengan tembaga (Cu) dalam suatu kolom. Senyawa nitrit akan bereaksi dengan sulfanilamide dalam suasana asam menghasilkan senyawa diazonium yang sebanding dengan banyaknya senyawa nitrit dalam contoh uji. Senyawa diazonium tersebut kemudian bereaksi dengan n-(1-naftil)-etilendiamin dihihidroklorida (NED dihidroklorida) membentuk senyawa azo yang berwarna merah mudah. Senyawa azo yang terbentuk ekivalen dengan banyaknya senyawa diazonium yang ekivalen dengan banyaknya nitrit dalam contoh. Warna merah muda yang terbentuk diukur absorbansinya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang optimal sekital 543 nm.

Catatan : Inti analisa ini adalah mereduksi nitrat menjadi nitrit dengan bantuan kadmium. Reaksi nitrat menjadi nitrit bisa dilihat disini. Setelah menjadi nitrit, prinsip kerjanya sama dengan analisa nitrit.

GS Reaction

Daftar Pustaka

http://en.wikipedia.org/wiki/Griess_test diakses 16 Agustus 2013 9:25

Nitrit dan Nitrat

Ammonia dan bahan nitrogen lain pada air alami cenderung teroksidasi oleh bakteri aerobic, pertama menjadi nitrit kemudian menjadi nitrat. Oleh karena itu, seluruh senyawa organik yang mengandung nitrogen harus dipertimbangkan sebagai sumber potensial nitrat dibawah kondisi aerobic.  Senyawa nitrogen organik masuk ke lingkungan dari ekskresi hewan liar dan ikan, jaringan hewan yang mati, kotoran manusia, dan kotoran ternak. Nitrat anorganik terutama berasal dari  produksi pupuk yang mengandung ammonium nitrat dan potassium nitrat, dan bahan peledak berbasis nitrat dan bahan bakar berbasis roket.

Dalam air beroksigen, nitrit dengan cepat teroksidasi menjadi nitrat, sehingga biasanya nitrit kecil kadarnya di air permukaan. Reaksi berjalan reversible; dibawah kondisi kurang oksigen, yang sering terjadi pada air tanah, nitrat dapat tereduksi  menjadi nitrit.

2NO2 + O2     <–>         2 NO3

Nitrit dan nitrat adalah nutrient yang penting bagi tanaman, tetapi keduanya beracun bagi ikan (tapi hampir tidak beracun seperti NH3) dan manusia pada konsentrasi yang cukup tinggi. Nitrat dan nitrit sangat mudah larut, tidak mudah sorb terhadap mineral dan permukaan tanah, dan sangat mobile di lingkungan, bergerak tanpa kehilangan secara signifikan ketika dilarutkan dalam air permukaan dan air tanah. Konsekuensinya, ketika kadar nitrat di tanah tinggi, kontaminasi air tanah akibat terlepasnya nitrat menjadi masalah serius. Tidak seperti amonia, nitrit dan nitrat tidak menguap dan tetap dalam air sampai mereka dikonsumsi oleh tanaman dan mikroorganisme.

Daftar Pustaka

Eugene R. Weiner. Application of Environmental Aquatic Chemistry. A Practical Guide. Third edition. CRC Press