Organic chloride vs Inorganic chloride

Organic chloride  adalah kontaminasi yang tidak diinginkan dalam minyak bumi.  Bahkan dalam konsentrasi sangat kecil (beberapa ppm) dapat menjadi bencana besar selama fraksinasi minyak bumi di kilang yang dapat menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada peralatan kilang. Organic chloride tidak ada secara alami ada dalam minyak bumi dan biasanya berasal dari operasi pembersihan di lokasi produksi, saluran pipa dan tangki.

Organic chloride selama proses kilang menjadi asam hidroklorida yang sangat korosif dan dapat menyebabkan korosi parah pada sistem bagian atas  distilasi minyak.  Untuk meminimalkan korosi yang disebabkan Organic chloride  maka ditambahkan aditif komersil.  Sangat penting bagi kilang untuk memiliki pengetahuan yang baik tentang Organic chloride dalam minyak bumi, terutama ketika transfer of custody dilakukan. Organic chloride dalam minyak bumi selama distilasi terkonsentrasi dalam fraksi nafta berat dan dapat menyebabkan kerusakan ekstrem jika tidak dianalisis dan dilaporkan dengan benar. Pelaporan Organic chloride yang benar sebelum distilasi membantu engineers untuk mengambil tindakan korektif yang tepat.

Organic chloride adalah senyawa yang mengandung setidaknya satu atom chlorine yang “terikat secara kovalen”. Variasi strukturalnya yang luas dan sifat kimia yang berbeda menyebabkan berbagai nama dan aplikasi. Organik klorida adalah senyawa di mana satu atau lebih banyak atom chlorine yang terhubung langsung dengan atom karbon. Contohnya adalah Methylene dichloride (CH2Cl2), Methyl chloride (CH3Cl), Chloroform (CHCl3), Carbon tetrachloride (CCl4), 1,1,1 trichloroethane (CH3-CCl3). Ethylene dichloride (CH2Cl-CH2Cl) Carbonyl chloride (COCl2) dan banyak lagi. Semua pelarut ini memiliki kisaran didih di bawah 400 oF.

Inorganic chloride bukan masalah besar karena unit desalter di kilang dapat dengan mudah menghilangkan garam inorganic chloride.

Inorganic chloride adalah senyawa di mana satu atau lebih atom chlorine terhubung langsung dengan logam seperti natrium, kalsium, aluminium, tembaga besi, magnesium, litium dan banyak lagi. Contohnya adalah Sodium chloride (NaCl), Lithium chloride (LiCl), Aluminum chloride (AlCl3), Calcium chloride (CaCl2) dan banyak lagi.

Metode Standar

ASTM D 4929-17 Standard Test Method for Determination of Organic Chloride Content in Crude Oil.

  • Procedure A covers the determination of organic chloride in the washed naphtha fraction of crude oil by sodium biphenyl reduction followed by potentiometric titration.
  • Procedure B covers the determination of organic chloride in the washed naphtha fraction of crude oil by oxidative combustion followed by microcoulometric titration.
  • Procedure C covers the determination of organic chloride in the washed naphtha fraction of crude oil by x-ray fluorescence spectrometry.

ASTM D 5808-18 Standard Test Method for Determining Chloride in Aromatic Hydrocarbons and Related Chemicals by Microcoulometry

UOP 588-12 Total, Inorganic, and Organic Chloride in Hydrocarbons & UOP 779-08 Chloride in Petroleum Distillates by Microcoulometry

ASTM D 7536-16 Standard Test Method for Chlorine in Aromatics by Monochromatic Wavelength Dispersive X-ray Fluorescence Spectrometry

Daftar Pustaka

https://www.amspecllc.com/wp-content/uploads/2017/09/amspec-techtalk-chlorides.pdf

https://www.astm.org/

PP No 21 Tahun 2010 Tentang Perlindungan Lingkungan Maritim

Peraturan Pemerintah  No 21 Tahun 2010 Tentang Perlindungan Lingkungan Maritim.