Reaksi Kimia Analisa Klorida dengan Metode Merkuri Tiosianat

Analisa klorida dapat dilakukan dengan beberapa metode.  Metode Merkuri Nitrat dapat dibaca di sini. Metode Argentometri Mohr dapat dibaca di sini. Tulisan ini akan membahas reaksi kimia yang terjadi pada metode Merkuri Tiosianat. Tahapannya sebagai berikut :

Metode ini merupakan penentuan dengan kolorimetri. Klorida (Cl) dalam sampel bereaksi dengan Merkuri (II) Thiosianat (Hg(SCN)2) menghasilkan Merkuri (II) Klorida (HgCl2)  dan ion Tiosianat (SCN) bebas.

Hg(SCN)2 + 2Cl –> HgCl2 + 2SCN

Dengan adanya ion Ferri (Fe3+), SCN membentuk Ferri (III) Tiosianat (Fe(SCN)3) sangat berwarna (merah-orange) yang sebanding dengan konsentrasi klorida.

Fe3+ + 3SCN –> Fe(SCN)3

Daftar Pustaka

http://www.hach.com

Reaksi Kimia Analisa Klorida dengan Metode Argentometri Mohr

Analisa klorida dapat dilakukan dengan beberapa metode.  Metode Merkuri Nitrat dapat dibaca disini. Tulisan ini akan membahas reaksi kimia yang terjadi pada metode argentometri mohr. Tahapannya sebagai berikut :

Metode ini menggunakan perak nitrat (AgNO3) sebagai titran dan kalium kromat (K2CrO4) sebagai indikator. Pertama, AgNO3 akan bereaksi dengan klorida (Cl) yang ada disampel menghasilkan endapan tidak larut berwarna putih perak klorida (AgCl).

AgNO3 + K2CrO4 + Cl –> AgCl + NO3 + K2CrO4

Setelah semua Cl diendapkan, AgNO3 akan bereaksi dengan K2CrO4 membentuk endapan  perak kromat (Ag2CrO4)berwarna orange sebagai tanda titik akhir titrasi.

2 AgNO3 + K2CrO4 —> Ag2CrO4 + 2 KNO3

Daftar Pustaka

http://www.hach.com

Reaksi Kimia Analisa Klorida dengan Metode Merkuri Nitrat

Analisa klorida dapat dilakukan dengan beberapa metode.  Tulisan ini akan membahas reaksi kimia yang terjadi pada metode merkuri nitrat. Tahapannya sebagai berikut :

Merkuri(II) nitrat ( Hg(NO3)2 ) bereaksi dengan ion klorida (Cl) yang ada dalam sampel menghasilkan merkuri(II)  klorida (HgCl2) dan ion nitrat (NO3).

Hg(NO3)2 + 2Cl –> HgCl2 + 2NO3

Ketika semua Cl- dalam sampel sudah terkomplek, sisa ion merkuri bereaksi dengan Diphenylcarbazone membentuk kompleks berwarna ungu yang mengindikasikan titik akhir.

Reaksi Klorida2

ion merkuri      diphenylcarbazone                    Kompleks Merkuri-diphenylcarbazone

Daftar Pustaka

  1. http://www.hach.com
  2. M. A. Sameer Abdulaziz, K. Basavaiah and K. B. Vinay. Titrimetric  And Spectrophotometric Assay of Bupropion Hydrochloride in Pharmaceuticals Using Mercury(II) Nitrate.  http://www.scielo.br/eq Volume 35, número 3, 2010.

 

 

Klorida

Klorida ada secara alami di air dengan beragam konsentrasi. Kadarnya akan meningkat dengan meningkatnya kadar mineral. Dataran tinggi dan penggunungan memiliki kadar klorida cukup rendah, sedangkan sungai dan air tanah memiliki kadar  besar. Laut dan samudra adalah tempat berkumpul terakhir  aliran air yang ada di alam sehingga kadarnya  sangat tinggi.

Klorida tidak berbahaya bagi manusia. Kadar klorida diatas 250 mg/L  memberikan rasa asin. EPA menentukan batasan untuk kadar klorida adalah 250 mg/L untuk air minum. Kadar klorida yang sangat tinggi dapat menyebabkan korosi pada pipa dengan bahan logam.

Metode untuk analisa klorida :

  1. Argentometric Method
  2. Mercuric Nitrate Method
  3. Potentiometric Method
  4. Automated Ferricyanide Method
  5. Mercuric Thiocyanate Flow Injection Analysis

Daftar Pustaka

  • Standard methods for the examination of water and wastewater 20th edition. 1998
  • Clair N. Sawyer. Chemistry for Environmental Engineering and Science. Fifth Edition. Mc Graw Hill