Penelitianku

Saya memang anggota Kelompok Teknologi Lingkungan tapi penelitianku tidak hanya berhubungan dengan lingkungan. Kalau dilihat dibagian tulisan yang sudah dipublikasikan maka akan tahu penelitianku. Yup, tentang batubara. Tapi tidak dari batubara langsung tapi batubara yang sudah dicairkan (BCL) dan Gasifikasi Batubara karena kami di puslitbang migas bukan puslitbang mineral danย  batubara :-). Tetap kami bekerjasama dengan dengan litbang mineral dan batubara

Sejak tahun 2008 sudah ikut penelitian ini sampai tahun ini ada lagi. Tahun 2012 istirahat dulu. Dari sampelnya minyak sintetik hasil pencairan batubara dengan melakukan karakterisasi, distilasi, upgrading dengan hidrotreating dan hidrokraking, dengan dua reaktor berbeda. Sampai dua tahun sebelum 2012, sampelnya ganti tar batubara. Ini adalah hasil samping proses gasifikasi. Bentuk fisiknya hampir mirip dengan minyak sintetik hasil pencairan batubara hingga bisa kita lakukan penelitian dengan proses yang sama. Walaupun mirip tetap untuk sampel terakhir ada pretreatment.

Penelitian ini bukan penelitian baru, karena sudah pernah dilakukan tahun 80-an (bahkan lebih lama lagi), saat minyak bumi belum booming. Setelah minyak booming maka penelitian itu ditinggalkan. Nah, saat ini khan minyak bumi makin berkurang produksinya maka banyak dilakukan penelitian untuk mendapatkan BBM dan salah satu sumber yang potensial adalah batubara. Bisa dibilang saudara khan mereka, sama2 kandungannya didominasi Carbon dan Hidrogen ;-).

Proses yang dilakukan sama dengan proses untuk minyak bumi karena tujuan kami , minyak sintetik itu masuk ke kilang-kilang yang sudah ada. Biar tidak perlu bangun infrakstruktur baru. Khan bisa menghemat uang negara :-).

Tim penelitian emang banyak anggotanya tapi tim inti cuman 6 orang yaitu Ibu Leni, Awang, Indra, Syntha, Slamet dan Saya :-). Selain itu masih dibantu sama analis laboratorium untuk uji sifat fisik dan kimia. Bantuan mereka sangat penting kalau engga khan tidak ada hasilnya. Dan teman2 di TekMIRA yang banyak membantu dan teman2 kelompok katalis. Terimakasih buat mereka semua ๐Ÿ™‚

So bagi yang ingin berdiskusi soal topik di atas bisa kontak saya. Kita bisa sharing ilmu tentang hal tersebut. Dengan senang hati membantuya ๐Ÿ™‚

CHN Analyzer

Salah satu alat yang ada di laboratoriumku adalah Carbon, Hydrogen and Nitrogen Analyzer (CHN Analyzer). Buatan LECO. Alat ini bisa dilihat untuk analisa apa dari namanya dan untuk sampel organik. Prinsip alat ini adalah combustion analyzer. Sampel dibakar dengan bantuan oksigen dan berubah jadi gas-gas dan dideteksi dengan detektor. Di laboratorium digunakan untuk mengetahui kadar karbon di BBM seperti kerosin, avtur, solar dan minyak bakar. Yang penting sampelnya tidak volatil. Kadar karbon ini digunakan untuk menghitung faktor emisi (FE) CO2 BBM. Selain itu dibutuhkan data NCV (Net Caloric Value) juga untuk menghitung FE ini. Dari sini bisa diperkirakan emisi CO2 yang dilepaskan dengan mengalikan dengan konsumsi BBM yang digunakan. Ini untuk penggunaan Tier 2 dari IPCC dimana FE yang digunakan adalah milik negara tersebut. Kalau mau lebih mudah tinggal menggunakan Tier 1 IPCC, disana sudah ada nilai FE tiap BBM. Mengapa repot-repot mencari FE tiap BBM di negara sendiri ? Kalau Tier 1 khan dihitung secara global, kalau mau lebih real harus dihitung dengan FE negara tersebut. Komposisi kimia BBM dan NCV tiap negara khan berbeda berarti akan ada perbedaan juga pada nilai FE-nya. Engga banyak sich perbedaannya tapi tetap beda khan ๐Ÿ™‚

Itu penggunaan alat iniย  di lingkungan. Beda lagi kalau didunia pembuatan BBM. Soalnya penelitianku yang satunya lagi menggunakan alat ini untuk mengetahui rasio mol H/C dari sampel penelitian. Sedangkan nitrogennya untuk melihat penurunannya. Karena di BBM nitrogen termasuk pengotor dan kadarnya dibatasi. Penelitiannya menggunakan proses hidrotreating dan hidrokraking. Kalau hidrotreating hanya untuk mengurangi pengotor seperti nitrogen, sulfur, oksigen dan penjenuhan ikatan rangkap. Tidak sampai memecah struktur kimia. Kalau hidrokraking yach sampai terjadi pemecahan struktur kimia. Kedua proses ini menggunakan gas hidrogen, sehingga diharapkan kadar hidrogen di sampel naik dan diperlihatkan dengan kenaikkan rasio mol H/C. Karena sampel kami seperti minyak berat yang kemudian didistilasi untuk mendapatkan fraksi-fraksinya. Kemudian fraksi ini ditingkatkan mutunya dengan dua proses katalitik diatas.

Alat dari LECO ini mudah digunakan dan perawatannya juga engga sulit. Soalnya dulu pernah menggunakan CHN analyzer dari merk lain dan itu sangat sulit. Sampel ditimbangnya dalam ukuran mikro (sekitar 20 mg) sehingga dibutuhkan micro balance. Bayangkan kalau sampelnya minyak bumi dan mesti ditimbang maksimal 20 mg. Itu bukan setetes loh, kurang dari itu :-(. Kalau analisnya terampil mungkin engga jadi masalah ;-).

Kalau butuh jasa laboratorium untuk analisa CHN sampel organik bisa hubungi kantorku :-). Biasanya kami nerima sampel seperti crude oil (ASTM D 5291),ย  bbm non volatile (ASTM D 5291) , batubara (ASTM D 5373) dan biomassa. Soal biaya analisa bisa ditanyakan langsung ke bagian penerima sampel ๐Ÿ˜‰

Gambar alat diambil dari http://www.leco.com