Impurities (Zat yang tidak disukai) dalam Minyak Bumi

  • Air

Apabila kandungan air lebih besar dari 0,5 % dalam proses pengolahan dapat menimbulkan tekanan dalam jumlah besar, hal ini akan membahayakan keselamatan operasi kilang.

Cara Pencegahan

–          Dengan cara didrain yang dilakukan dilapangan Produksi atau pun di Kilang

–          Apabila dalam bentuk emulsi harus dipisahkan dengan cara memberikan bahan kimia : deemulsifier

  • Garam

Kandungan garam berupa NaCl dan MgCl2 dalam proses dapat menimbulkan karat akibatnya dapat merusak peralatan

Cara Pencegahan

–          Yang terlarut dalam air dapat dibersihkan dengan cara didrain.

–          Bentuk emulsi (MgCl2), dalam proses dapat diinjeksikan NH3 pada puncak Kolom Fraksinasi

  • Belerang (S)

Kandungan belerang dalam proses dapat menimbulkan karat pada peralatan proses maupun pada tanki penimbun.

Cara Pencegahan

–          Dalam jumlah besar dapat dilakukan cara proses desulfurisasi

–          Produknya (gasoline/naphtha) dicuci dengan soda api (NaOH) atau proses Hydrotreating

Selain di atas masih ada beberapa impurities lain seperti nitrogen, oksigen, logam (contohnya vanadium, nikel) dll. Biasanya dalam minyak bumi impurities tersebut kadarnya tidak terlalu besar terutama untuk minyak bumi yang dihasilkan di sumatera, Kalimantan dan jawa. Sedangkan minyak bumi yang dihasilkan dari Indonesia timur seperti Irian biasanya kadar impuritiesnya besar. Sehingga dibutuhkan treatment sebelum proses pengolahan dan produknya dilakukan proses hydrotreating terlebih dahulu untuk spesifikasi bahan bakar minyak.

Daftar Pustaka

Modul Pelatihan Introduksi Migas Hulu dan Hilir Proses Pengolahan Migas Disusun Oleh Winarno ST. Pusdiklat Migas Cepu