Turbidity is used as an indicator of potential problems

Turbidity

(pic from http://www.epa.gov )

  1. Turbidity can indicate excessive soil erosion from earth-disturbing activities such as construction, agriculture, and logging.
  2. Turbidity often increases sharply during heavy rainfall in developed water-sheds, especially those having a relatively high proportion of impervious surface.
  3. Turbidity is used to monitor the erosion rates of stream banks and channels that may require additional erosion control practices.
  4. Not only does turbidity interfere with drinking water disinfection, but also suspended particles can provide a habitat for pathogens. The WHO (2010) recommends that the turbidity of drinking water be less than 1 NTU, but never more than 5 NTU. (Permenkes No 492 Tahun 2010, Turbidity = 5 NTU (max))
  5. Moderately low levels of turbidity may indicate a healthy, well-functioning ecosystem, with moderate amounts of plankton present to fuel the food chain.
  6. At higher level of turbidity :
  • suspended particles absorb energy from sunlight, making water bodies warmer and potentially reducing the concentration of DO to stressful levels for aquatic life.
  • photosynthesis of aquatic plants and algae is diminished, also decreasing DO.
  • in slow-moving water, settling particle may blanket and suffocate fish eggs, benthic animals and insect larvae
  • shallow lakes fill in faster to become marshland
  • suspended solids can transport sorbed metals, pesticides, nutrients and other low-solubility pollutants throughout a stream system
  • suspended solids can clog fish gills, reducing resistance to disease in fish, lowering growth rates and affecting egg and larval development

Reference

Eugene R. Weiner. Application of Environmental Aquatic Chemistry. A Practical Guide. Third edition. CRC Press

Sampel Dissolved Oxygen Harus Segera Dianalisa

Sampel Dissolved Oxygen harus segera dianalisa yaitu di lapangan atau dilaboratorium. Tapi ini tergantung metode yang digunakan. Berdasarkan SNI 6989.57-2008 tentang sampling air permukaan ada dua metoda analisa DO yaitu elektroda dan winkler. Kalau dengan elektroda harus segera dianalisa dan kalau mau disimpan maksimal 1/4 jam (EPA). Metoda winkler, sampel bisa diawetkan dengan asam kemudian bisa ditunda titrasinya tapi maksimal penyimpanan hanya 8 jam. Kebanyakan  samplingnya di luar kota khan engga bisa segera dianalisa di laboratorium. Sehingga, kalau dapat sampel untuk analisa DO lakukan dilapangan atau paling lama yach dipenginapan. Kalau laboratorium di kota yang sama yach bisa aza dilakukan 🙂

Cara sampling DO seperti gambar di bawah

DO

Gambar diambil dari http://www.epa.gov

Dissolved Oxygen dengan Yodometri (modifikasi azida)

1. Reaksi Metode Winkler

  • Reaksi Pertama

Setelah sampel disampling, segera ditambah MnSO4. Oksigen terlarut bereaksi dengan ion Mangan(II) dalam suasana basa menjadi hidroksida mangan dengan valensi yang lebih tinggi yaitu ion Mangan (IV).

Mn2+ + 2OH +1/2O2 –> MnO2 + H2O

  • Reaksi Kedua

Dengan adanya ion yodida (I-) dalam suasana asam, ion Mangan (IV) akan kembali menjadi ion Mangan (II) dengan membebaskan yodin (I2) yang setara dengan kandungan oksigen terlarut.

MnO2 + 2I + 4H+ –>  Mn2+ + I2 + 2H2O

  • Reaksi Ketiga

Yodin yang terbentuk kemudian dititrasi dengan sodium thiosulfat dengan indikator amilum.

I2 + 2S2O32- –>  S4O62- + 2I

Titik akhir titrasi dapat ditentukan dengan mudah dari warna biru menjadi tidak berwarna.

2.       Reaksi Keseluruhan Metode Winkler sebagai berikut

2S2O32- + 2H+ + 1/2O2  –> S4O62- + H2O


Daftar Pustaka

Chunlong Zhang. Fundamentals of Environmental Sampling and Analysis. A John Wiley & Sons, Inc. 2007

SNI 06-6989.14-2004. Air dan air limbah – Bagian 14: Cara uji oksigen terlarut secara yodometri (modifikasi azida)

Dissolved Oxygen (DO)

Dissolved oxygen (DO) di air berasal dari oksigen (O2) yang ada di atmosfer. Kadar O2 diudara 20,95 % vol tetapi DO di air hanya dalam range mg/L akibat rendahnya kelarutan O2 di air. Beberapa organisme tidak dapat bertahan hidup bila kadar DO kurang dari 4 mg/L. Di aerob, DO disediakan dari aerasi sedangkan untuk aneorob DO berbahaya untuk bakteri sehingga harus dihilangkan.

Jumlah DO di air tergantung dari sifat fisik, kimia, faktor biokimia –aerasi, angin, kecepatan aliran air, alga, suhu, tekanan atmosfer, senyawa organik, kadar garam, bakteri, hewan dsb. DO yang tinggi di air tercemar sangat tergantung jumlah dan jenis polutan serta adanya bakteri. Hal ini penting untuk parameter kualitas  air.

Ada 2 cara untuk analisa DO yaitu

  1. Metode Iodometri atau metode winkler

Reaksi dari metode winkler

DO

Bahan kimia organik ikut teroksidasi juga bila digunakan metode 1 sehingga perlu diadakan modifikasi.

Modifikasi dari metode no 1 yaitu :

  • Azide modification –> efektif ntuk menghilangkan pengganggu dari nitrit
  • Permanganat Modification –> efektif ntuk menghilangkan pengganggu dari besi
  • Alum Flocculation Modification –> efektif bila TSS mengganggu
  • Cooper Sulfate-Sulfamic Acid Flocculation Method –> untuk  activated-sludge mixed liquor

2. Metode elektroda membran

Daftar Pustaka

  • Standard methods for the examination of water and wastewater 20th edition. 1998
  • Fundamental of Environmental Sampling and Analysis. Chunlong Zhang. A John Wiley & Sons, Inc., Publication. 2007