Three Main Approaches to CO2 Capture

There are three main approaches to CO2 capture

  1. As a pure or near pure CO2 stream, either from an existing industrial process or by reengineering a process to generate such a stream (e.g., oxyfueling power-generation plant, precombustion fuel gasification)
  2. Concentration of the discharge from an industrial process into a pure or near-pure CO2 stream (e.g., postcombustion separation from power plant or cement plant flue gases)
  3. Direct air capture into a pure CO2 stream or into chemically stable end product (e.g., mineralization of steel slag)

CO2 Capture

Pic 1. Main approaches to CO2 capture

Reference

Stephen A. Rackley. Carbon Capture and Storage. 2010. Elsevier Inc.

Penentuan CO2 dengan Ba(OH)2

Temanku ketika penelitiannya menggunakan metode ini untuk analisa CO2 di udara ambien. Prinsipnya adalah penyerapan CO2 ke dalam larutan berisi Ba(OH)(Barium Hidroksida)  yang menghasilkan endapan BaCO3 (Barium Carbonat), kemudian kelebihan Ba(OH) ini dititrasi kembali dengan larutan HCl dengan indikator phenolphtalein.

Ba(OH)+ CO2 –> BaCO3 + H2O

Ba(OH)+ 2HCl –> BaCl2 + 2H2O

Rumus perhitungan konsentrasi CO2-nya sebagai berikut

CO2

Dengan

CO2     = Kadar CO2 dalam udara ambien, (µg/m3)

Va       = Volume  Ba(OH), (liter)

Ma      = Konsentrasi Ba(OH), (mol/liter)

Vb       = Volume HCl untuk titrasi, (liter)

Mb      = Konsentrasi HCl, (mol/liter)

BM      = Bobot Molekul CO2

Vr        = Volume udara terkoreksi pada 25 oC dan 760 mmHg, (m3)

10^6     = Faktor Konversi g menjadi µg

Kalau menggunakan metode ini pastikan konsentrasi Ba(OH)lebih besar dari  konsentrasi CO2 karena ini metode ini menggunakan prinsip back titration. Selain itu jangan lupa analisa blank juga.

Daftar Pustaka

Ditanyakan dulu ke teman 🙂