Emisi Udara di Kilang Minyak Bumi

Kilang minyak bumi sangat kompleks tetapi merupakan operasi proses unit terintegrasi yang menghasilkan bermacam-macam produk dari campuran umpan yang bervariasi. Dalam proses tersebut mereka menggunakan bahan kimia dalam jumlah besar yang dapat hadir dalam emisi udara, air limbah dan limbah padat. Emisi juga dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan produk samping reaksi kimia yang terjadi ketika fraksi minyak ditingkatkan (upgrading). Sumber terbesar emisi udara berasal dari heater dan boiler yang menghasilkan karbon monoksida, sulfur oksida dan nitrogen oksida menyebabkan polusi dan terbentuknya hujan asam.

CO2 + H2O –> H2CO3  (asam karbonat)

SO2 + H2O –> H2SO3 (asam sulfit)

2SO2 + O2 –> 2SO3

SO3 + H2O –> H2SO4 (asam sulfat)

NO + H2O –> HNO2  (asam nitrit)

2NO + O2 –> NO2

NO2 + H2O –> HNO3  (asam nitrat)

Selain itu , beberapa proses juga menghasilkan zat partikulat dalam jumlah besar dan emisi lain dari regenerasi katalis atau proses decoking. Bahan kimia volatil dan hidrokarbon juga dilepaskan dari peralatan yang bocor, tanki penyimpanan dan limbah cair.

Sumber :

James G. Speight. Environmental Analysis And Technology For The Refining Industry. 2005. John Wiley & Son, Inc

“Hujan Asam”

Contoh reaksi asam basa dilingkungan adalah hujan asam . CO2 terlarut menjadi sebab kebanyakan hujan menjadi lebih asam:

CO2

“Hujan asam” adalah sebuah istilah luas mengacu pada campuran endapan basah dan kering dari atmosfer yang mengandung jumlah yang lebih tinggi dari biasanya asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4). Prekursor, atau kimia pelopor, hasil pembentukan hujan asam dari kedua sumber alam, seperti gunung berapi dan vegetasi yang membusuk, dan sumber buatan manusia, terutama emisi sulfur dioksida (SO2) dan oksida nitrogen (NOx) yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil.

origins

Proses pembentukan asam sulfat mengalami beberapa langkah. Berawal dari kontaminan terlepas dari cerobong yang didominasi SO2 ketika element sulfur teroksidasi :

SO2-1 

SO2 kemudian teroksidasi menjadi SO3:

SO2-2

SO3 kemudian bereaksi dengan air di atmosfer (pada partikel uap air dan awan ) untuk membentuk asam sulfat:

SO2-3 

Hasil akhirnya menyebabkan keasaman hujan meningkat, yang berpengaruh dengan kehidupan air, bahan logam dan karbonat (meliputi patung dan bangunan).

CaCO3

 

Di dekat sumber, pH air hujan dapat ditemukan kurang dari 3 ( 10000 kali lebih asam dibandingkan netral).

Daftar Pustaka

  1. Daniel Vallero “Fundamental of Air Pollution Fourth Edition”  .2008. Elsevier Inc
  2. http://www.epa.gov/acidrain
  3. www.wikipedia.com