Analisa Hidrogen Fluorida di Emisi Udara dengan Spektrofotometer

Prinsip metode ini adalah gas HF dari aliran emisi gas buang sumber tidak bergerak dialirkan ke dalam larutan penjerap dengan menggunakan pompa hisap. pH laruran diatur dengan penambahan larutan penyangga. Ion fluoride yang terbentuk bereaksi dengan larutan La(NO3)3 dan kompleks alizarin membentuk senyawa berwarna ungu dan diukur serapannya pada panjang gelombang 620 nm menggunakan spektrofotometer.

Reaksi yang terjadi sebagai berikut Yellow Alizarin Complexone (AC) bereaksi dengan ion La3+ membentuk red chelate yang akan bereaksi dengan ion fluorida membentuk blue ternary complex (Alizarin Fluorine Blue). Anion fluorida menggantikan ikatan molekul air dengan ion logam.

F reaction

Daftar Pustaka

SNI 19-7117.9-2005 Emisi gas buang – Sumber tidak bergerak – Bagian 9 : Cara uji kadar hydrogen fluorida (HF) dengan metode kompleks lanthanum alizarin menggunakan spektrofotometer

Separation, Preconcentration and Spectrophotometry in Inorganic Analysis. By Z. Marczenko, M. Balcerzak. Elsevier First Edition 2000.

Cara Uji Sulfur dioksida (SO2) secara Turbidimetri Menggunakan Spektrofotometer

Ruang lingkup Standar ini digunakan untuk penentuan sulfur dioksida (SO2) dalam gas buang sumber tidak bergerak menggunakan metode turbidimetri dengan kadar 5 ppm sampai 300 ppm (14 mg/Nm3 sampai 860 mg/Nm3).

Prinsip metoda ini adalah oksida belerang dalam contoh uji gas dilewatkan pada larutan isopropil alkohol untuk memisahkan gas SO3, sehingga hanya gas SO2 yang dijerap oleh larutan penjerap hidrogen peroksida membentuk asam sulfat, kemudian ditambahkan barium klorida agar membentuk endapan barium sulfat yang berwarna putih dan diukur serapan pada panjang gelombang 420 nm dengan menggunakan spektrofotometer.

Reaksi yang terjadi sebagai berikut :

SO2 + H2O2 –> H2SO4

H2SO4 + BaCl2 –>  BaSO4 + 2HCl

Daftar Pustaka

SNI 7117.18:2009 Emisi gas buang – Sumber tidak bergerak – Bagian 18: Cara uji sulfur dioksida (SO2) secara turbidimetri menggunakan spektrofotometer

Ambient Air Monitoring and Emissions Measurement

Pertama kali dengan kata udara ambien dan udara emisi pas masuk kelompok teknologi lingkungan. Saat itu aku pikir sama aza (ambien dan emisi). Ternyata beda jauh banget. Coba-coba pelajari soal udara (terutama udara ambien) dan bisa mengerti sebagian kecil sehingga bisa ada yang ditulis di blog ini. Tetapi masih banyak yang harus dipelajari terutama udara emisi. Walaupun sudah mengerti tapi kalau ditanya definisi bingung juga. Coba searching di epa, dapat juga definisinya yaitu :

Ambient Monitoring is the systematic, long-term assessment of pollutant levels by measuring the quantity and types of certain pollutants in the surrounding, outdoor air.

Emissions Measurement is the process of monitoring particulate and gaseous emissions from a specific source.

daftar pustaka

http://www.epa.gov

Working with Concentrations

In water sample

–         1 gr/L = 1 part per thousand (ppth)

–         1 mg/L = 10-3 gr/L = 1 part per million (ppm)

–         1 µg/L = 10-6 gr/L = 1 part per billion (ppb)

–         1 ng/L = 10-9 g/L = 1 part per trillion (ppt)

–         1 pg/L = 10-12 g/L = 1 part per quadrillion (ppq)

In soil sample

–         1 gr/kg = 1 part per thousand (ppth)

–         1 mg/kg = 10-3 gr/kg = 1 part per million (ppm)

–         1 µg/kg = 10-6 gr/kg = 1 part per billion (ppb)

–         1 ng/kg = 10-9 g/kg = 1 part per trillion (ppt)

–         1 pg/kg = 10-12 g/kg = 1 part per quadrillion (ppq)

–         1 fg/kg = 10-15 g/kg = 1 part per quintillion

In air sample

–         Percent (parts per hundred) by volume (%v)

–         Parts per million by volume (ppmv)

–         Weight of pollutant per cubic meter of air (mg/m3, µg/m3, ng/m3, etc.)

–         Molecules of a pollutant gas per cubic centimeter of air (molecules/cc or molecules/cm3)

–         Moles of pollutant gas per liter of air (mol/L)

–         Partial pressure of pollutant gas

–         Mole fraction of pollutant gas

Reference

Eugene R. Weiner. Application of Environmental Aquatic Chemistry. A Practical Guide. Third edition. CRC Press

Analisa Kadar Nitrogen dioksida (NO2) di Udara Ambien dengan Test Kit Merck Nitrite Test

Kalau sudah pernah analisa kadar nitrogen dioksida (NO2) dengan SNI 19-7119.2-2005 pasti tahu banyaknya persiapan yang dilakukan untuk analisa ini. Dari pembuatan larutan penjerab, larutan standar nitrit untuk pembuatan kurva kalibrasi , pengambilan contoh dan pengujian contoh uji dengan spektrofotometer.  Banyak yang dilakukan dan dibutuhkan ketelitian tiap langkahnya.

Di laboratoriumku ada spektrofotometer merck yang biasanya digunakan untuk analisa air dengan test kit-nya merck. Beberapa tahun lalu pernah juga untuk analisa udara ambien dengan metode SNI dan tidak memuaskan hasilnya. Bukan salah bahan kimia atau peralatan spektrofotometernya tapi lebih kurangnya pengalaman analisnya. So kalau analisanya pake test kit khan bisa dikurangi kesalahan analisnya. Sempat terpikir bisa engga test kit dari merck ini dibuat untuk analisa udara ambien ? Hal ini ditanyakan juga ke teknisi merck yang datang ke laboratorium. Setelah beberapa waktu ternyata jawabnya bisa dilakukan tapi syarat-syarat tertentu dan tidak untuk semua parameter uji udara ambien. Syarat utama disini adalah metode yang digunakan sama.

Sebagai contoh adalah analisa kadar nitrogen dioksida (NO2) dengan Test Kit Merck Nitrite. Coba kita lihat prinsip analisa di masing-masing metode.

1. Analisa kadar nitrogen dioksida (NO2) dengan SNI 19-7119.2-2005

Gas nitrogen dioksida dijerap dalam larutan Griess Saltzman sehingga membentuk suatu senyawa azo dye berwarna merah mudah yang stabil setelah 15 menit. Konsentrasi larutan ditentukan dengan spektrofotometri pada panjang gelombang 550 nm.

2. Test Kit Merck Nitrite Test

In acidic solution nitrite ions react with sulfanilic acid to form a diazonium salt, which in turn reacts with N-(1-naphthyl)ethylenediamine dihydrochloride to form a red-violet azo dye. This dye is determined photometrically. The method is analogous to EPA 354.1, APHA 4500-NO2- B, and DIN EN 26 777 D10.

Kalau dilihat prinsipnya kedua analisa tersebut sama. Sebagai info, larutan Griess Saltzman terdiri dari asam sulfanilat, asam asetat glasial,  N-(1-naftil)etilendiamin dihidroklorida dan aseton. Prinsipnya sudah sama berarti bisa dicoba khan. Teknisi merck tersebut sudah pernah mencobanya di suatu instansi dan hasilnya bagus. Menurut pendapatku, walaupun hasilnya bagus tetap harus ada validasi disini. Pembuktian lebih lanjut dan membuatnya lebih terpercaya. Oh yach satu lagi di SNI 19-7119.2-2005 yang dibuat adalah kurva kalibrasi nitrit.

Rencana ke depannya, laboratoriumku akan memcoba hal tersebut di atas. Kalau berhasil akan sangat membantu analis di tempatku dan mempercepat analisa. Ada parameter uji udara ambien lain selain NO2 yang juga dapat menggunakan test kit merck. Infonya menyusul yach. Selamat memcoba dan mari kita berdiskusi bagi yang pernah melakukan.

Daftar Pustaka

1. SNI 19-7119.2-2005 Udara Ambien – Bagian 2 : Cara Uji Kadar Nitrogen (NO2) dengan metode Griess Saltzman menggunakan Spektrofotometer

2. Spectroquant Nitrite Test. 1.14776.0001 / 1.14776.0002. http://www.merckmillipore.com