Percuma Lulusan S2/S3 kalau Tidak Menghasilkan Apa-apa !!!

Satu semester untuk kuliah master di kimia UI telah dilewati. Banyak ilmu yang didapat itu pasti dan dapat teman baru untuk networking juga pasti. Selain itu dapat nasehat dari dosen-dosen untuk masa depan kita setelah lulus. Salah satunya dari dosen matakuliah kimia inti radiasi. Nasehatnya gini, percuma kuliah dan lulus sampe S2 atau S3 kalau tidak menghasilkan apa-apa. Menghasilkan disini bisa berarti tulisan-tulisan yang dimuat di jurnal-jurnal baik nasional atau internasional. Benar juga sich karena lihat teman-teman yang sudah lulus S2 atau S3 baik dalam dan luar negeri banyak yang belum bisa bikin tulisan. Aku percaya kalau mereka sudah lulus S2 atau S3 berarti ilmunya sudah lebih banyak dibandingkan yang cuman lulusan S1 atau D3. Tapi kenapa terasa sulit yach untuk menuangkan ilmu tersebut dalam bentuk tulisan. Entah apa yang menjadi alasan kenapa mereka belum membuat tulisan tapi bisa khan dimulai dari mencoba membuatnya sekarang. Jadi ingat salah satu alasan kenapa mereka tidak membuat tulisan yaitu mereka tidak sedang memegang atau memimpin suatu tim penelitian. Logikanya kalau mereka sedang memegang khan punya data dan akhirnya bisa bikin tulisan. Tapi menurutku engga juga, kalau melihat sekelilingku banyak yang pegang penelitian tapi belum menghasilkan tulisan juga. Entah karena hasil penelitiannya engga bagus atau mereka yang tidak bisa mengolahnya menjadi tulisan. Pendapatku sich banyak yang kedua. Setiap penelitian pasti menghasilkan data jadi kalau kita mau yach bisa dibuat tulisan. Kalau gini jadi ingat kata-kata dari pembimbing kti saat diklat di lipi yaitu banyaknya data tidak menjamin kita bisa bikin tulisan tapi malah bikin kita kewalahan mengolah data yang akhirnya menghambat membuat tulisan. Soal data kita dikenal punya banyak tapi kita dikenal juga engga bisa mengolah data tersebut jadinya yach tidak berguna juga.   Satu lagi kalau sudah lulus S2 atau S3 yach jangan lupa ilmunya di upgrade kalau engga ilmu kita expired. Upgrade disini bisa dengan banyak membaca atau diskusi dengan rekan2 kita. Datang ke seminar dan workshop bisa juga mendapat ilmu kita. Bisa juga diskusi dengan pihak industry atau user juga menambah ilmu. Jadi banyak cara untuk upgrade ilmu yang kita dapat saat kuliah. Pada akhirnya mulainya menulis dari sekarang. Awalnya memang susah tapi kedepannya akan mudah kalau sudah terbiasa. Seperti aku yang juga lagi belajar menulis sekarang. Semangat 🙂

Kembali ke Kampus untuk Belajar Kembali

Alhamdulillah setelah hampir sepuluh tahun lulus, saya dapat kembali ke kampus lagi untuk mengupgrade ilmu saya. Jurusan yang sama dan tempat yach sama. Yup kembali ke Kimia FMIPA UI untuk program Pasca Sarjana. Cuman bedanya kali ini Insya Allah dibayari negara alias dapat beasiswa dan status Insya Allah juga Tugas Belajar. Sejenak istirahat dari pekerjaan dan menikmati jadi mahasiswa kembali. Kembali ke kampus tentu saja menyenangkan tapi ada tanggung jawab di belakangnya sebagai konsekuensinya. Jadi harus serius menjalankannya. Tapi, kembali ke kampus setelah bertahun-tahun lalu tentu ada masalah yaitu  sudah banyak teori yang terlupakan berhubung diperkerjaan tidak banyak menggunakan karena yang dibutuhkan aplikasinya. Padahal sebagai peneliti, teori-teori itu berguna kalau mau bikin tulisan. Sangat berguna untuk bikin tulisan yang berbobot.  Tapi tenang aza Insya Allah masih bisa dipelajari kembali. Itulah bedanya pernah dapat dan engga pernah dapat pelajaran tersebut. Tinggal dibaca kembali, Insya Allah kembali ingat. Intinya belajar dan semua akan berjalan baik. Semoga bisa lulus dalam dua tahun. Aamiin.

Do You Have Any Questions for Me?

ACS Careers Blog

Job interviews are stressful. You’re worried about making a good impression, selling your skills and abilities, and not spilling food on yourself. At the same time, you’re trying to learn all about the company, determine what the job will really be like, and decide if you like your potential future co-workers. However, the last question can be the most stressful – when the interviewer asks if you have any questions for them. You not only need to have questions prepared, but you should tailor them to the person of whom you are doing the asking.

“No, not really” or “What does your company make?”

These are probably the worst things you can ask. It indicates not only lack of preparation, but a lack of real interest in the company or the job. Other than giving a bad seminar, asking no questions is probably the easiest way to make sure you…

Lihat pos aslinya 407 kata lagi

Belanja Buku di Amazon Itu Mudah

Pernah beli buku dari Amazon engga ? Kalau belum, kali ini aku mau berbagi pengalaman untuk beli buku dari Amazon. Sebelumnya aku kalau beli buku import biasanya lewat bukabuku.com tapi kali ini mau coba pesan sendiri ke Amazon. Syarat utama untuk beli buku di sana yach punya kartu kredit yang valid. Kenapa juga berani coba yach karena pengalaman beli buku dari Korea dan DVD dari Hongkong berhasil sampai ditangan. Terus berpikir kenapa engga coba beli buku aza dari Amazon. Khan buku tersebut bisa jadi referensi penelitianku. Total dua kali aku pesan dari sana. Karena pertama kali aku coba pesan buku yang harganya di bawah USD 50. Karena nominalnya kecil jadi kalau engga sampe yach ikhlas aza dan engga kena pajak. Pesan tanggal 19 Desember 2013 dan alhamdulillah engga sampai sebulan sudah aku terima langsung di kantorku. Karena berhasil maka coba pesan untuk yang kedua. Oh yach sampai lupa saat pesan di Amazon pastikan di bagian International Shipping AmazonGlobal Eligible di centang. Ini untuk memastikan pengiriman bisa internasional . Cara pesannya mudah. Daftar anggota di Amazon (ini gratis loh), pilih buku yang mau dibeli, pilih cara pengiriman (Standard International Shipping (averages 18-32 days), ini yang paling murah), bayar dengar kartu kredit dan selesai. Kemudian muncul seperti ini di email kita :

Amazon

Bila kita salah order atau mau membatalkan order, masih mudah. Soalnya aku pernah engga sengaja order buku yang sama dulu kali. Kalau kayak gitu tinggal masuk ke account Amazon kita dan edit pesanan kita. Kalau buku kita sudah siap di kirim maka akan ada pemberitahuan di email kita seperti ini :

Amazon1

Kalau sudah nerima email ini order tidak bisa diubah tapi kalau sudah kita terima bukunya dan mau return ada mekanismenya tingga baca di account bagaimana caranya. Estimasi kapan kita terima bukunya juga ada. Tapi pengalamanku, abaikan saja tanggal tersebut. Soalnya bisa cepat atau lambat. Untuk buku yang kedua, aku perkirakan akan lebih lama karena harus lewat bea cukai karena harga bukunya di atas USD 50 jadi ada pajak yang harus dibayar. Walaupun pernah baca (lupa di mana ) kalau buku pengetahuan engga kena pajak lagi. Tapi itu engga masalah yang penting bukunya sampai. Pesan tanggal 11 Januari 2014 , estimasi tanggal 6 Februari 2014 sampai ke kita (atau sampai Indonesia). Tetapi 27 Februari 2014 baru sampai dengan cara ada surat dari pemberitahuan untuk mengambil paket di Kantor Pos Fatmawati dan kena biaya Rp 7.000. Kalau baca perincian biaya ternyata benar kalau buku tersebut engga kena pajak lagi. Akhirnya bukuku sampai di tangan. Ini surat pemberitahuan dari kantor pos, bukti pemotongan pajak dan bukuku.

Amazon2

Amazon3So jangan takut untuk belanja di Amazon. Harganya lebih murah kalau kita yang langsung beli sendiri tapi yach itu coba diikhlaskan kalau pesanan bukunya engga sampai dan ikhlas juga kalau harus ngambil di kantor pos sekalian bayar biaya tambahannya.

 

Start The New Research

Tahun ini adalah tahun pertama penelitian baru. Sedikit kilas balik ke belakang. Kebanyakkan penelitianku berhubungan dengan batubara dan tar batubara baik hasil pencairan langsung atau tidak langsung (gasifikasi) untuk meningkatkan mutunya atau istilah kerennya upgrading. Proses yang digunakan yach hydrotreating dan hydrocracking. Katalisnya buat sendiri sampai katalis komersil, reaktornya pake autoclave dengan aliran manual hingga kontinu. Selalu berhubungan dengan penelitian itu. Jadi engga sulit buat tulisan kalau berhubungan dengan penelitian (walaupun baru sekelas prosiding). Selain itu terlibat juga penelitian penentuan emisi faktor dan permodelan lingkungan. Tapi dua penelitian terakhir maksimal hanya dua tahun bahkan judul yang terakhir cuman satu tahun dan belum berhasil bikin tulisan sama sekali L. Bandingkan penelitian yang pertama, lima tahun terlibat dan sudah bikin tiga prosiding sebagai penulis pertama J. Penelitian tersebut masih ada tahun ini.

Tapi disini aku tidak akan membicarakan penelitian tersebut. Ada satu lagi penelitian yang aku terlibat didalamnya yaitu absorpsi CO2 secara kimia. Asli pusing banget sampai saat ini. Penelitian ini berhubungan kinematika reaksi. Padahal waktu kuliah engga pintar-pintar amat sama topik tersebut . Termasuk  pelajaran kimia fisik kalau engga salah. Dosennya sich pintar banget tapi cuman akunya yang lambat nangkapnya 🙂 . Ini pelajaran yang berhubungan dengan orde reaksi. Rumit banget menurutku. Apa harus buka buku kimia fisik yach? So harus banyak membaca literature seperti buku, jurnal, patent, kunjungan ke lapangan dll. Itu baru teorinya kalau engga turun ke laboratorium untuk percobaannya maka kami tidak tahu permasalahannya khan dan pusing dengan teori doank. So hari ini pertama kali kami memulai penelitian ini secara laboratorium. Mulai dari perbuatan larutan-larutan yang akan digunakan dalam penelitian kemudian akan kami coba berbagai variasi dengan parameter sifat fisik dan kimia yang berhubungan dengan absorber. Berbagai masalah mungkin akan muncul tapi disinilah seninya penelitian. Kalau lurus aza mah namanya bukan penelitian tapi mengikuti resep 🙂 (ini kata dosennya di kampus dulu). Ini adalah penelitian tim jadi banyak yang terlibat dan bisa diajak diskusi. Kalau tidak ,masih ada teman-teman lain yang tidak masuk di tim yang bisa diajak diskusi juga. Itulah gunanya networking di penelitian. Bisa bertanya pada teman-teman yang ahli pada bidangnya. Makanya agak heran juga sama penelitian yang dikerjakan sendiri dan tidak melibatkan anggota timnya. Hasilnya tidak akan optimum dibanding dikerjakan bersama tim. Itulah pengalaman terbaik terlibat dalam tim penelitian tar batubara yang telah lima tahun itu . Tim penelitian absorber semoga bisa seperti tim penelitian tar batubara. Saling membantu dan bekerja sama dengan baik hingga akhir penelitian. Aamiin.