Ekstraksi Sampel Total Petroleum Hydrocarbon

Pada kebanyakkan analisa dibutuhkan memisahkan analit yang akan dianalisa dengan matriksnya (seperti tanah, sedimen dan air). Ekstraksi analit dapat dilakukan dengan satu atau lebih  metode berikut :

  • Ekstraksi analit ke pelarut
  • Memanaskan sampel (digunakan untuk analisa senyawa volatile)
  • Purging sampel dengan gas inert (digunakan untuk analisa senyawa volatile)

Pada umumnya ada beberapa teknik ekstraksi sampel dan diperlihatkan pada tabel 1 dibawah :

Table 1. Comparison of Common Extraction Techniques

Extraction Method US SW-846 Method Number Extraction Matrix Compound Extracted Purpose
Separatory funnel 3510 Water Semi volatileNon volatile Laboratory
Continuous liquid-liquid 3520 Water Semi volatileNon volatile Laboratory
Solid phase extraction 3535 Water Semi volatileNon volatile Laboratory/screening
Purge and Trap 5030, 5035 Water, soil Volatile Laboratory/field preservation
Headspace 3810, 5021 Water, soil Volatile Screening/laboratory
Shake and vortex a Soil VolatileSemi volatile

Non volatile

Screening/laboratory
Soxhlet 3540, 3541 Soil Semi volatileNon volatile Laboratory
Sonicatication 3550 Soil Semi volatileNon volatile Laboratory
Supercritical fluid 3560, 3561 Soil Semi volatileNon volatile Laboratory
Subcritical fluid 3545 Soil Semi volatileNon volatile Laboratory

aNot an EPA SW-846 approved method

Pada metode ekstraksi, kemampuan untuk mengekstrak petroleum hydrocarbons dari sampel tanah dan air tergantung pada pelarut dan matrisk sampel. Surrogate (senyawa yang diketahui kualitatif dan kuantitatifnya) sering ditambahkan untuk memonitor efisiensi ekstraksi. Laboratorium lingkungan pada umumnya juga melakukan matrix spikes (penambahan target analit) untuk menentukan jika analit ditahan oleh matriks tanah atau air.

Pelarut memiliki efisiensi ektraksi yang berbeda. Ekstraksi sampel yang sama, metode yang sama dengan menggunakan pelarut yang berbeda mungkin akan menghasilkan konsentrasi yang berbeda. Pemilihan pelarut ditentukan beberapa factor seperti biaya, kualitas spectral, peraturan metode, efisiensi ektraksi, toksisitas dan ketersedian. Tabel 2 memperlihatkan pelarut khusus yang digunakan untuk analisis berbeda

TPHTPH Constituents Immuno Assay Total TPH, Constituent Measurement Shaking/Vortex Methanol
GC-Based BTEX, Gasoline Purge & Trap Methanol
Diesel, Jet Fuel, Lubricating Oil, Misc. Oils Sonication/SoxhletSPE/Supercritical FluidShaking/VortexSep. Funnel/Liq-liq Methylene ChlorideCarbon DisulfideHexaneEthyl Acetate
IR-Based Total TPH, Oil & Grease Shaking, VortexSoxhlet/SonicationSep. Funnel/Liq-liqSPE Trichlorotrifluoroethane (Freon)TetrachloroetheneTrichlorotrifluoroethane
Gravimetric Total TPH, Oil & Grease Shaking, VortexSoxhlet/SonicationSep. Funnel/Liq-liqSPE Methylene chlorideCarbon tetrachlorideTrichlorotrifluoroethane
TLC Total TPH, Saturates, PAHs Shaking/VortexSep. Methylene chlorideHexane
GC/MS Semi volatile Constituents Shaking, VortexSoxhlet/SonicationSep. Funnel/Liq-liqSPE Methylene chloride

Daftar Pustaka

Total Petroleum Hydrocarbon Criteria Working Groups Series. Volume 1. Analysis of Petroleum Hydrocarbons in Environmental Media. March 1998. Amherst Scientific Publishers.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s