Tumpahan Minyak Tahun 2010 Capai 500,10 Barel

Selama tahun 2010, terdapat tumpahan minyak sebesar 500,10 barel dari kegiatan hulu dan hilir migas, baik yang berlokasi di darat maupun laut. Perinciannya, sebanyak 340 barel tumpahan minyak berlokasi di darat dan 160,10 barel di laut.

Berdasarkan data Ditjen Migas, untuk kegiatan usaha hulu migas, tumpahan minyak mencapai 480 barel dan sisanya merupakan tumpahan minyak di kegiatan usaha hilir migas. Tumpahan minyak tahun 2010 ini sedikit lebih tinggi dibanding tahun 2009 yang mencapai 450,52 barel.

Terhadap tumpahan tersebut, minyak yang masih bisa diselamatkan dilakukan recovery, sedangkan sisanya dilakukan pengelolaan. Untuk tumpahan di darat, pengelolaan dilakukan dengan cara bioremediasi terhadap tanah yang terkontaminasi minyak bumi. Sedangkan untuk tumpahan di laut, dilakukan penyemprotan dengan oil spill dispersant (OSD) untuk mengurai minyak yang tersisa.

Untuk diketahui, industri migas rentan dengan pencemaran lingkungan, termasuk juga tumpahan minyak. Penyebab tumpahan minyak beragam, mulai dari kecelakaan kapal tanker, kegiatan pengeboran minyak lepas pantai, docking dan  scrapping.

Dalam banyak kasus, tumpahan minyak terutama disebabkan karena kecelakaan tanker. Biasanya kecelakaan terjadi karena ada kebocoran lambung, terutama pada kapal-kapal yang masih ‘single hull’. Tumpahan minyak juga disebabkan oleh kapal yang kandas, terjadi ledakan atau kebakaran maupun tabrakan kapal.

Sementara contoh kecelakaan tumpahan minyak di hilir migas, antara lain kebocoran di SPBU.

Sumber : http://www.migas.esdm.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s