231,68 JUTA TON GAS RUMAH KACA PERTAMINA

PERTAMINA MENGHASILKAN 231,68 JUTA TON GAS RUMAH KACA DAN SIAP UNTUK MEREDUKSINYA

Direktur Umum  Pertamina Waluyo, menyatakan bahwa Pertamina dan Anak Perusahaannya pada tahun 2010 ini mengemisikan 231,68 juta ton CO2e. Sumber emisi terbesar berasal dari kegiatan hulu yaitu 216,82 juta ton CO2 disusul oleh Kilang Minyak  sebesar 14,85 juta ton CO2e dan paling kecil dari kegiatan pemasaran sebesar 0,44 juta ton CO2. 
Meskipun emisi GRK dari kegiatan grup perusahaan ini hanya sebesar 0,05% dari total emisi GRK Nasional, namun perusahaan telah berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK. Telah disusun rencana tindak lanjut penurunan emisi GRK dari  2010 – 2015,  meliputi program teknologi bersih, pengembangan energy terbarukan, konservasi energy perkantoran, program penghijauan serta program pengantian bahan bakar minyak dengan LPG.
Program teknologi bersih dilakukan dengan pemanfaatan gas flaring secara bertahap untuk kebutuhan industry, PLTU, maupun dimanfaatkan untuk LPG Plant;  dan penggunaan floating roof untuk pembangunan tangki timbun BBM yang baru yang diperkirakan bisa mengurangi emisi GRK sampai 520 ribu ton CO2.

Pengurangan juga dilakukan dengan menghasilkan produk ramah lingkungan seperti Musicool, Hydrocabon Aerosol Propelant dan Solvent-2 yang telah digunakan sebagai metal cleaning di Garuda Maintenance Facility.  Produk tersebut mampu mengurangi pemakaian bahan perusak Ozone. Saat ini pemakaian Musicool sebesar 57 MTon pada tahun 2010, dengan pemakaian bahan ini terjadi penurunan emisi GRK adalah sebesar 60 ribu Ton CO2 melalui peningkatan efisiensi pemakaian bahan bakar sebesar 22 %.
Pengurangan emisi juga dilakukan dengan pengembangan energy terbarukan, Beberapa proyek panas bumi akan dibangun secara bertahap dimana sampai dengan tahun 2015 diperkirakan bisa  emisi GRK sekitar 2,3 juta Ton CO2. Beberapa  proyek CDM yang akan mulai dilaksanakan  adalah Paket 1 (Ulubelu Unit 3 & 4- Lampung) dan Paket 3 (Lumut Balai unit 1 & 2- Sulawesi Utara) dengan estimasi penurunan emisi masing-masing paket sebesar 644,359 tCO2 year  yang merupakan kerjasama PT. PGE dengan South Pole Carbon Asset Limited. Disamping itu juga terdapat proyek CDM Paket 4 (Lahendong Unit 5 & 6)  dengan estimasi penurunan emisi sebesar 163,987 tCO2 per year kerjasama PT PGE dengan PT. Agrinergy Indonesia.
Demikian beberapa fakta inisiatif-inisiatif penurunan gas rumah kaca yang dilakukan oleh pihak industry. Fakta tersebut disampaikan pada Workshop Kebijakan dan Upaya Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca PT Pertamina yang dilakukan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2010. Pada workshop tersebut juga hadir Deputi II Menteri Lingkungan Hidup M.R. Karliansyah dan Deputi III Menteri Lingkungan Hidup Arief Yuwono yang memberikan pengarahan tentang kebijakan penurunan emisi gas rumah kaca nasional.
Pada saat yang sama PT. Pertamina Geothermal Energi akan menyerahkan dokumen  Emissions Reduction Purchase Agreement (ERPA) untuk Proyek CDM Paket 1 dan Paket 3 kepada South Pole Carbon Asset Limited sebagai salah satu tahapan dalam pelaksanaan proyek CDM tersebut.
Sumber:
Asisten Deputi Urusan
Pengendalian Pencemaran Lingkungan Sumber
Pertambangan, Energi dan Migas,
Deputi MENLH Bidang
Pengendalian Pencemaran Lingkungan,
Kementerian Lingkungan Hidup
Telp: (021) 852 0886
asdeppemklh@yahoo.co.id

Sumber : http://www.menlh.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s