Analisa SO2 dengan Metode Pararosanilin

Analisa ini digunakan untuk SO2 di udara ambien. Udara ambien adalah udara bebas dipermukaan bumi pada lapisan troposfir yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia, mahluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya.

Prinsip metode ini :

  • Gas SO2 diserap dalam larutan penjerap tetrakloromerkurat membentuk senyawa kompleks diklorosulfonatomerkurat.

    HgCl42- + SO2 + H2O –> HgCl2SO32- + 2H+ + 2Cl

  • Dengan menambahkan larutan pararosanilin dan formaldehida, kedalam senyawa diklorosulfonatomerkurat maka terbentuk pararosanilin metil sulfonat yang berwarna ungu. Konsentrasi larutan di ukur pada panjang gelombang 550 nm.

    HCHO + SO2 + H2O –> HOCH2SO3H

    Daftar Pustaka

  • SNI 19-7119.7-2005

  • Stanley E. Manahan. Environmental Chemistry. 8 Ed. CRC Press

8 thoughts on “Analisa SO2 dengan Metode Pararosanilin

  1. biasanya metode yang dipakai untuk pengukuran kaar SO2 di udara ambient menggunakan metode active sampling or passive sampling?
    kira2 berapa lama waktu pengambilan sampel agar alatnya bisa ngebaca
    terus kalo dipake untuk emisi gas dari ceorobobg asap bisa gak ya?

    • Pengukuran kadar SO2 di udara ambient menggunakan metode active sampling. Berdasarkan SNI 19-7119.7-2005 pengambilan contoh sekitar 1 jam atau 24 jam. Metode ini khan untuk udara ambient jadi sepertinya engga bisa digunakan untuk emisi gas. Biasanya kalau emisi gas dari cerobong asan digunakan alat yang seperti flue gas analyzer. Dibaca langsung di tempat.

    • maksudnya engga stabil seperti apa ? Bisa lebih detail pertanyaanya. Soalnya kalau bicara soal spektofotometri banyak faktor mengapa engga stabilnya.

    • Metoda oersted apa yach ? Baru dengar. Kalau metode orsat baru pernah baca dan metode ini biasanya untuk analisa udara emisi . Sedangkan pararosanilin untuk udara ambien. Untuk emisi udara SO2 metode yang digunakan menggunakan prinsip turbidimetri yaitu Oksida belerang dalam contoh uji gas dilewatkan pada larutan isopropil alkohol untuk memisahkan gas SO3, sehingga hanya gas SO2 yang dijerap oleh larutan penjerap hidrogen peroksida membentuk asam sulfat, kemudian ditambahkan barium klorida agar membentuk endapan barium sulfat yang berwarna putih dan diukur serapan pada panjang gelombang 420 nm dengan menggunakan spektrofotometer (SNI 7117.18-2009). Ada juga sich menggunakan emisi analyzer karena lebih praktis. Mudah2an penjelasannya bisa membantu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s