pH (Metode Elektrometri)

pH adalah konsentrasi ion hidrogen yang dinyatakan dalam mol/liter. Range pH diantara 0 – 14 dan mengindikasikan keasaman (acidity) atau kebasaan (alkalinity). Beberapa konstituen yang mempengaruh pH adalah padatan terlarut (dissolved solids), pengendapan besi, CO2, bikarbonat, borat dan H2S. Analisa pH bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu elektrometri dan colorimetri. Pemilihan metode yang digunakan berdasarkan warna dari sampel.

Dasar metode elektrometri : berdasarkan pengukuran potensial antara elektroda indikator dan elektroda pembanding. Sistem elektroda yang umumnya digunakan adalah pasangan elektroda gelas dan kalomel jenuh.

Pengganggu : analisa pH yang sangat akurat membutuhkan koreksi dari suhu dan padatan terlarut. Tetapi tingkat keakuratan ini jarang dibutuhkan. Koreksi suhu dapat dilakukan secara otomatis dengan thermocompensator atau dapat dihitung berdasarkan informasi dari suplier alat pH tsb. Kesalahan dari padatan terlarut atau “salt error” dapat dihitung berdasarkan grafik yang disertakan pada elektroda tsb.

Peralatan : pH meter dengan range 0 – 14

Reagen : Larutan buffer pH 4, 7, 10

Prosedur : Kalibrasi pH meter dgn larutan buffer –> Ukur pH segera setelah sampel dibuka

Perhitungan : pH akan terbaca di layar pHmeter dan diasumsikan analisa dilakukan di suhu ruang (25 C).

Metode untuk analisa pH di air

  1. SNI 06-6989.11-2004
  2. ASTM D 1293-99 (2005)

Daftar Pustaka : API Recommended Practice 45 (RP 45) Second Edition, November 1968 (Reissued July 1981)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s