Kadmium

Kadmium adalah logam yang ditemukan dalam endapan alam seperti bijih dan berikatan dengan unsur-unsur lainnya. Logam ini digunakan untuk pelapisan logam dan pengerjaan pelapisan termasuk peralatan transportasi, mesin, fotografi dan lain-lain. Logam ini juga berpengaruh pada kesehatan dimana beberapa orang yang minum air yang mengandung kadar kadmium berlebihan dari  maximum contaminant level (MCL) dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Sumber utama kadmium dalam air minum adalah korosi pada pipa galvanis, erosi endapan alam, debit dari kilang logam, limpasan dari sampah baterai dan cat. Metode perlakuan berikut telah terbukti efektif untuk menghilangkan kadmium hingga di bawah 0,005 mg/L atau 5 ppb yaitu dengan koagulasi / filtrasi, pertukaran ion, lime softening dan reverse osmosis.

Berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, kadmium termasuk parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan. Kadar maksimun kadmium yang diperbolehkan adalah 0,003 mg/l.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran air Kelas satu yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut kadar maksimum kadmium yang diperbolehkan adalah 0,01 mg/l.

Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 tentang baku mutu air laut untuk biota laut kadar maksimun kadmium yang diperbolehkan adalah 0,001 mg/l.

Analisa kadmium di air dan air limbah menggunakan SNI 06-6989.38-2005 yaitu cara uji kadar  kadmium (Cd) dengan spektrofotometer serapan atom (SSA) secara tungku karbon. Ruang lingkup metode ini untuk kadar  0,5 µg/l – 10,0 µg/l pada panjang gelombang 228,8 nm. Prinsip metode ini adalah contoh uji air dan air limbah ditambahkan asam nitrat kemudian dilanjutkan dengan pemanasan yang bertujuan untuk melarutkan analit kadmium dan menghilangkan zat-zat pengganggu, selanjutnya diukur serapannya dengan SSA tungku karbon dengan gas argon sebagai gas pembawa.

Analisa kadmium di air dan air limbah dapat juga menggunakan SNI 06-6989.37-2005 yaitu cara uji kadar  kadmium (Cd) dengan spektrofotometer serapan atom (SSA) secara ekstraksi. Ruang lingkup metode ini untuk kadar  5 µg/l – 200 µg/l pada panjang gelombang 228,8 nm. Prinsip metode ini adalah ion kadmium bereaksi dengan Amonium Pirolidin Ditikarbamat (APDK) pada pH 1 sampai dengan pH 6, membentuk senyawa kompleks. Senyawa yang terbentuk diekstraksi dengan pelarut organik Metil Iso Butil Keton (MIBK). Kompleks kadmium-APDK yang ada dalam fase organik, diukur serapannya dengan SSA-nyala menggunakan udara-asetilen.

Daftar Pustaka

  1.  http://www.epa.gov
  2. SNI 06-6989.38-2005 yaitu cara uji kadar  kadmium (Cd) dengan spektrofotometer serapan atom (SSA) secara tungku karbon
  3. SNI 06-6989.37-2005 yaitu cara uji kadar  kadmium (Cd) dengan spektrofotometer serapan atom (SSA) secara ekstraksi

Arsen

Arsen adalah unsur metalloid  dalam tabel periodik. Unsur ini tidak berbau dan berasa. Unsur ini memasuki pasokan air minum dari endapan alam di bumi atau dari  pertanian dan industri.

Arsen digunakan sebagai pengawet kayu,  cat, pewarna, logam, obat-obatan, sabun, dan semi-konduktor.  Aplikasi pertanian, pertambangan, dan peleburan juga berkontribusi terhadap lepasnya arsenik ke lingkungan.

Beberapa orang yang minum air mengandung arsenik jauh melebihi dari Maximum Contaminant Level  (MCL) selama bertahun-tahun bisa mengalami kerusakan kulit atau masalah dengan sistem peredaran darah mereka, dan mungkin memiliki peningkatan risiko terkena kanker.

Berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, arsen termasuk parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan. Kadar maksimun arsen yang diperbolehkan adalah 0,01 mg/l.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran air Kelas satu yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut kadar maksimum arsen yang diperbolehkan adalah 0,05 mg/l.

Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 tentang baku mutu air laut untuk biota laut kadar maksimun arsen yang diperbolehkan adalah 0,012 mg/l.

Analisa arsen di air dan air limbah menggunakan SNI 19-6989.54-2005 yaitu cara uji kadar  arsen (As) dengan spektrofotometer serapan atom (SSA) secara tungku karbon. Ruang lingkup metode ini untuk kadar  5,0 µg/l – 100,0 µg/l. Prinsip metode ini adalah contoh uji air dan air limbahn ditambahkan asam nitrat kemudian dilanjutkan dengan pemanasan yang bertujuan untuk melarutkan analit arsen dan menghilangkan zat-zat pengganggu, selanjutnya diukur serapannya dengan SSA tungku karbon dengan gas argon sebagai gas pembawa.

Daftar Pustaka

  1. http://www.epa.gov
  2. SNI 19-6989.54-2005 yaitu cara uji kadar  arsen (As) dengan spektrofotometer serapan atom (SSA) secara tungku karbon

Air Raksa

Air raksa atau merkuri (Hg) adalah logam berwujud cair yang ditemukan dalam endapan alam seperti bijih bersama unsur-unsur lainnya. Air raksa dipergunakan sebagai produk elektrik seperti batu baterai sel kering, lampu neon, switch, dan lain-lain. Sumber utama air raksa dalam air minum adalah erosi endapan alam, debit dari kilang dan pabrik, limpasan dari tempat pembuangan sampah, dan limpasan dari lahan pertanian. Metode perlakuan berikut  telah terbukti efektif untuk menghilangkan air raksa di bawah 0,002 mg/L atau 2 ppb yaitu koagulasi / filtrasi, karbon aktif granular, lime softening, dan reverse osmosis.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, air raksa termasuk parameter tambahan kimiawi anorganik. Kadar maksimun air raksa yang diperbolehkan adalah 0,001 mg/l.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran air Kelas satu yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut kadar maksimum air raksa yang diperbolehkan adalah 0,001 mg/l.

Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 tentang baku mutu air laut untuk biota laut kadar maksimun air raksa yang diperbolehkan adalah 0,001 mg/l.

Analisa merkuri di air laut menggunakan SNI 19-6964.2-2003 yaitu cara uji merkuri (Hg) secara cold vapour dengan spektrofotometer serapan atom atau mercury analyzer. Ruang lingkup metode ini untuk kadar  0,0 µg/l – 10 µg/l. Prinsip metode ini adalah senyawa merkuri dalam contoh uji air laut dioksidasi menjadi ion merkuri oleh KMnO4 dalam suasana asam. Ion merkuri kemudian direduksi menjadi atom merkuri oleh SnCl2. Atom merkuri yang terbentuk kemudian diukur absorbansinya dengan spektrofotometer serapan atom atau mercury analyzer.

Daftar Pustaka

  1.  http://www.epa.gov
  2. SNI 19-6964.2-2003 yaitu cara uji merkuri (Hg) secara cold vapour dengan spektrofotometer serapan atom atau mercury analyzer.