Penentuan Titik Pengambilan Contoh Air Tanah

Titik pengambilan contoh

Titik pengambilan contoh ditentukan berdasarkan pada tujuan pemeriksaan. Titik pengambilan contoh air tanah harus memperhatikan pola arah aliran air tanah, dapat berasal dari air tanah bebas (tak tertekan) dan air tanah tertekan.

  1. Air tanah bebas (akuifer tak tertekan)

Titik pengambilan contoh air tanah bebas dapat berasal dari sumur gali dan sumur pantek atau sumur bor dengan penjelasan sebagai berikut:

  • di sebelah hulu dan hilir sesuai dengan arah aliran air tanah dari lokasi yang akan dipantau;
  • di daerah pantai dimana terjadi penyusupan air asin dan beberapa titik ke arah daratan bila diperlukan;
  • tempat-tempat lain yang dianggap perlu tergantung pada tujuan pemeriksaan.

2. Air tanah tertekan (akuifer tertekan)

Titik pengambilan contoh air tanah tertekan dapat berasal dari sumur bor yang berfungsi sebagai:

  • sumur produksi untuk pemenuhan kebutuhan perkotaan, pedesaan, pertanian, industri dan sarana umum.
  • sumur-sumur pemantauan kualitas air tanah.
  • sumur observasi untuk pengawasan imbuhan.
  • sumur observasi di suatu cekungan air tanah artesis.
  • sumur observasi di wilayah pesisir dimana terjadi penyusupan air asin.
  • sumur observasi penimbunan atau pengolahan limbah domestik atau limbah industri.
  • sumur lainnya yang dianggap perlu.

Titik Pengambilan Contoh Air Tanah

Daftar Pustaka

SNI 6989.58-2008. Air dan air limbah – Bagian 58: Metoda pengambilan contoh air tanah

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s